Indonesia Darurat Pornografi, Pemkab Magelang Gencar Lakukan Pencegahan

Dilihat 291 kali
Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Pornografi di Artos Hotel Magelang, Kamis (11/4/2019).

BERITAMAGELANG.ID - Indonesia tengah menghadapi darurat pornografi sebagai dampak dari perkembangan teknologi internet. Seakan mati satu tumbuh seribu, meski secara masif Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memblokir situs berbahaya di dunia maya. Namun lahir situs baru lain yang ribuan jumlahnya.

"Pencegahan dan penanganan pornografi Itu menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Magelang. Ini pekerjaan rumah (PR) kita bersama sehingga diperlukan sinergitas lintas sektor," kata Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang Drs. Endra Endah Wacana, MM dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Pornografi di Artos Hotel Magelang, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, pencegahan dan penanganan pornografi tidak hanya simbolis namun juga aksi nyata mulai dari orang tua dan masyarakat pada umumnya. Hal itu demi menyelamatkan generasi bangsa.

"Tidak hanya seremonial saja, pemberantasan dan penanganan pornografi tapi juga follow up (keberlanjutan) demi anak-anak kita. Untuk itu kita di sini guna mempersatukan persepsi dan tujuan demi tujuan mulia," tegasnya.

Dalam acara itu hadir sejumlah perwakilan tokoh masyarakat, pelajar, aktivis, anggota Forkopimpda Kabupaten Magelang dan akademisi.

Pemaparan sejumlah data, fakta dan dampak negatif penggunaan internet pada anak-anak dan remaja menjadi kajian utama dalam rapat koordinasi itu. Tujuan rakor adalah meningkatkan komitmen Pemerintah Daerah dalam memberantas pornografi dan kekerasan terhadap anak menurun.

Asisten Deputi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) Sriwahyuni mengungkapkan Indonesia akan segera menghadapi bonus demografi. Data BPS usia produktif saat ini diperkirakan jumlahnya mencapai 30 persen laki-laki dan wanita 20 persen.

Pada 2017 pengguna internet Indonesia usia 13-18 tahun mencapai 54,8 persen yang tersebar di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, Bali, Jawa, Maluku dan Papua.

"Jika diklasifikasi, media sosial menjadi ranking tertinggi dalam penggunaan internet masyarakat. Kemudian selain berita yang paling terendah adalah aktivitas ekonomi perbankan," papar Sriwahyuni.

Menurutnya, pada 2010 terdapat 4,2 juta lebih situs porno. 28 ribu orang/hari melihat situs porno yang setengah diantaranya pornografi anak.

Kasus pornografi bagaikan gunung es, data Komisi Perlindungan Anak (KPAI) terdapat 54 persen laporan masuk pada 2017. Pada 2018 kekerasan seksual mencapai 20 ribu lebih. 11 ribu diantaranya berada di Jawa Tengah.

"Kita mengapresiasi untuk Kabupaten Magelang yang beberapa kali menerima anugerah tingkat Madya dan Pratama bidang PPA Kota Layak Anak," ungkap Sri.

Sri mengingatkan peran orang tua untuk terus memantau tumbuh kembang anak mereka dalam penggunaan internet. Bukan membatasi namun komitmen disiplin dan bersahabat dalam memberikan pengertian.

"Bahaya melihat situs porno bagi kesehatan yakni terjadinya penyusutan otak hingga tiga persen, seperti menjadi bodoh, gampang lupa, dan berperilaku ekstrim," ungkap Sri.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso,  S.Sos menyadari keberadaan wisata Candi Borobudur dengan ribuan wisatawan yang datang membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat.

"Sedikitnya 350 ribu wisatan asing datang ke Kabupaten Magelang setiap tahunnya. Gugus tugas pengendalian pornografi dan narkoba menjadi penting karena keberadaan Borobudur. Termasuk keterlibatan lini yang lain untuk pencegahannya," terang Iwan.

Dikatakan aktivis literasi Kemenko PMK RI, Indiyatno Banyumurti, bahwa kini dunia tanpa batas karena internet.

"Kita tidak bisa membatasinya, yang bisa membatasi adalah kita sendiri dari Cyberbully, pelanggaran privasi, pedofil dan radikalisme," tandasnya. 


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar