Mirip Bunga Sakura, Tabepuya Mekar Kembali di Jalur Utama Magelang-Yogyakarta

Dilihat 262 kali
Tanaman Tabepuya yang mulai bermekaran di Mertoyudan jalur utama Magelang-Yogajarta. Mirip bunga Sakura di Jepang.

Beritamagelang.id - Bunga Tabepuya kembali bermekaran di sepanjang jalan Magelang-Yogyakarta dari Mertoyudan hingga Keprekan (Palbapang) Kabupaten Magelang sepanjang 10 km. Tentunya menjadikan pemandangan semakin indah dan tidak membosankan. Perjalanan terasa semakin asyik, tentram dan menyejukkan, di saat musim kemarau masih berlangsung.


Dominasi bunga berwarna merah muda (pink) dan putih, menghiasi langit yang belakangan ini cerah. Pengguna jalan yang melintas jalur ini akan terobati rasa lelahnya dan serasa sedang berada di Jepang. Hal itu karena bunga Tabepuya mirip sekali dengan bunga Sakura dari negeri samurai itu. Bila sedang mekar, bunga ini bisa mendominasi pohon dan daunnya tertutupi.


Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sengaja menanam Tabepuya selain untuk ayoman atau keteduhan, juga untuk estetika keindahan. Tabepuya yang merupakan tanaman asal Brazil ini ditanam sejak 2015 dan sudah beberapa kali mekar.


Kasi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang Joni Budi Hermanto, yang dihubungi, Jumat (16/8) menjelaskan, di sepanjang jalur utama Magelang-Yogyakarta atau dari depan Artos Mall hingga Palbapang ditanam sebanyak 441 Tabepuya. Tanaman itu dibeli dari Malang, Jawa timur.


Selain di jalur itu, Tabepuya juga ditanam di jalan Soekarno-Hatta Sawitan Mungkid dan Muntilan. Di Sawitan ada sekitar 150 tanaman, sedangkan di Muntilan sekitar 500.


Menurut Joni, tidak sulit memelihara tanaman ini, karena sama halnya dengan tanaman keras lain. Tanaman cukup dipupuk dengan NPK serta pupuk kandang setiap tiga bulan sekali.


"Tabepuya merupakan tanaman tahunan sehingga perawatan tidak terlalu sulit," jelasnya.


Tanaman ini hanya mekar selama setahun sekali di bulan Juli sampai September. Bunga ini bisa bertahan di pohon selama 2 minggu sebelum rontok. Tanaman akan mulai mekar setelah berumur tiga tahun. 


"Kalau yang jalur Magelang-Yogya mudah rontok karena jalur ini merupakan jalur kencang sehingga selalu terkena terpaan angin yang cukup kencang. Bisa bertahan satu sampai dua minggu pada lingkungan normal," papar Joni.


Pengguna jalan, Ali S, warga Sleman juga mengagumi keindahan bunga Tabepuya.


"Setiap kali lewat jalur ini, rasanya senang, tentram dan menyejukkan. Bunganya sangat indah dengan warna putih dan pink. Seperti bunga Sakura di Jepang," katanya. 


Hal sama juga disampaikan warga Magelang, Yunan, yang bekerja di Yogyakarta. Ia bahkan sengaja memotret kemudin memosting di status WA. Ternyata yang melihat dan memberikan tanggapan sangat banyak.


"Wah banyak yang langsung memberikan komentar, rata-rata teman memberikan komentar yang bagus. Bunganya indah mirip Sakura di Jepang," kata Yunan.


Ia mengaku selalu tidak sabar menantikan bunga Tabepuya yang hanya mekar setahun sekali di bulan Juli sampai September.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar