Hutan Konservasi Merapi Berkembang Jadi Kawasan Ekowisata

Dilihat 73 kali
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya

BERITAMAGELANG.ID - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya mengatakan, adanya Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) sebagai hutan konservasi untuk menjaga ekosistem alam dan perlindungan masyarakat.


Sesuai program pemerintah bahwa pembangunan harus sejalan sangat kuat dengan perlindungan lingkungan. Untuk itu pemerintah mengalokasikan hutan konservasi Taman Nasional sebagai upaya perlindungan lingkungan masyarakat. 


"Penanaman di Jurang Jero ini menjadi bagian penting dalam pelestarian," kata Siti Nurbaya usai mendampingi Presiden Joko Widodo di TNGM Jurang Jero, Srumbung Kabupaten Magelang, Jumat (14/2/2020). 


Kegiatan Presiden Jokowi di Jurangjero ini merupakan upaya konservasi kerusakan hutan TNGM akibat erupsi dan kebakaran di musim kemarau. 


Menurutnya, Indonesia memiliki 54 Taman Nasional. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah dikelola secara wisata yang berbasis perlindungan lingkungan masyarakat


Ditambahkan, kawasan taman nasional terdiri dari zona tradisional, dan zona pemanfaatan. 


"Kedua point tersebut sesuai prinsip konservasi yaitu melindungi live spot system/ penopang kehidupan, dan tidak merusak siklus air dan energi terganggu. Memelihara keaneka ragaman hayati agar tetap lestari," lanjutnya.


Siti mencontohkan, pemanfaatan zona tradisional taman nasional untuk ternak masyarakat saat ini mencapai 32 persen. 


"Jumlah 32 persen itu misal dari nilai kotor produksi Rp 60 milyar/tahun," ujarnya. 


Gunung Merapi merupakan gunung teraktif di dunia setelah Gunung Edna di Italia. Kekayaan sumber daya alam Merapi berupa pasir terkenal paling 'keren' di dunia. 


Disebutkannya, sementara sejalan dengan konservasi alam ini, masyarakat di lereng Gunung Merapi mulai melakukan transformasi dari pertambangan ke ekowisata dalam 3-4 tahun terakhir. 


"Saat ini, masyarakat yang berada di aktivitas pertambangan itu sekitar 26 persen dan sekitar 28 persen terllibat dalam pengelolaan ekowisata tersebut," imbuhnya. 


Melihat kondisi tersebut, Siti optimis bahwa ke depan ekowisata TNGM Jurang Jero akan semakin berkembang karena dekat dengan Candi Borobudur dan Yogyakarta.


"Taman Nasional dalam hal ini otoritasnya Kementrian akan memperbaiki fasilitasnya agar lebih maju," janjinya.


Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi melepas sepasang Elang Jawa yang mulai langka dan menanam sejumlah bibit pohon bersama warga. Keberadaan Taman Nasional Gunung Merapi merupkan rumah bagi habitat satwa khas, seperti Elang Jawa, harimau, unggas, dan hewan lainnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar