Hujan Deras, Puluhan Bencana Tanah Longsor Terjadi Di Empat Kecamatan

Dilihat 177 kali
Warga Desa Giritengah Kecamatan Borobudur bergotong royong bersihkan material longsor Rabu (30/1/2021)

BERITAMAGELANG.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat sebanyak 31 titik tanah longsor terjadi akibat hujan deras di empat Kecamatan, Selasa (12/1/2021). Empat Kecamatan itu meliputi Sawangan, Salaman, Borobudur dan Kaliangkrik.


"Yang paling banyak di Kecamatan Sawangan ada 9 titik," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto di Ruang Cemerlang Komplek Setda Kabupaten Magelang, Rabu (13/1/2021).


Edy mengungkapkan, tingginya curah hujan dan bencana tanah longsor itu harus menjadi perhatian bersama bahwa La Nina masih terjadi dan membawa dampak ke masyarakat. 


Berdasarkan data BPBD Kabupaten Magelang, tanah longsor itu mengakibatkan akses jalan tertutup, jalan putus total, dan berdampak pada kerusakan rumah hunian.


Bencana hidrometeorologi itu, lanjut Edy, juga merenggut korban jiwa terhadap pengguna jalan di wilayah Sawangan.


"Ada satu kejadian longsoran menimpa sepeda motor yang lewat. Satu ditemukan meninggal," ungkapnya.


Dari kejadian itu, Edy mengimbau masyarakat mendeteksi secara dini potensi longsor di lingkup pemukiman dan rumah tinggal. Apabila ada tanda tanda longsor berupa retakan tanah agar melapor ke pihak/dinas terkait.


Jika sudah mengetahui antisipasinya yakni dengan menutup retakan itu agar air tidak masuk, terutama hujan maka masyarakat dapat melakukannya.


"Lakukan itu, karena itu bisa membantu mengurangi kejadian bencana tanah bergerak atau longsor itu," pesannya.


BPBD Kabupaten Magelang telah bergerak ke lokasi bencana dengan melibatkan seluruh komponen, dimotori oleh BPBD, DPU, Binamarga, TNI Polri, dan relawan.


"Kita bergerak bersama-sama, semoga kita bisa tangani dengan sebaik-baiknya," ujarnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar