Homestay Dusun Brojonalan Wanurejo Borobudur Tutup, Warga Semprot Disinfektan

Dilihat 3061 kali
Warga Dusun Brojonalan Desa Wanurejo dalam kegiatan penyemprotan disinfektan secara swadaya.

BERITAMAGELANG.ID - Kepala Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur melaksanakan penyemprotan disinfektan ke seluruh wilayah desa tersebut. Hal tersebut sesuai imbauan pemerintah untuk mensterilkan ruang publik.


"Penyemprotan dilakukan dua kali pada Jumat  (20/3) dan Selasa (24/3) di wilayah Desa Wanurejo, dilakukan swadaya oleh warga," ucap Kepala Desa Wanurejo Edy Suryantono, saat diwawancarai Rabu (25/3).


Selain penyemprotan, Edi juga mengimbau warganya untuk tidak keluar rumah, bila tidak ada keperluan. Ditambah terdapat satu warga Desa Wanurejo yang berstatus sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang mengalami gejala seperti Covid-19.


"Warga tersebut baru pulang dari Jakarta, dan mengalami gejala virus Covid-19, dimana sebelumnya telah diperiksa di RSUD Muntilan dan hasilnya mendapat status ODP.


Maka kami langsung menghubungi Puskesmas terdekat untuk evakuasi warga tersebut ke rumah sakit, pada Senin malam (23/3) kemarin. Dan kami belum tahu hasilnya, semoga tidak positif penyakit Covid-19," papar Edi.


Sementara, pengelola Homestay di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Fendi, menuturkan, pihaknya juga mematuhi imbauan pemerintah pusat, terkait penutupan objek wisata, yang membuat pengusaha homestay turut menutupnya.


"Candi Borobudur sebagai obyek wisata utama, selama merebak virus Corona di Indonesia ini ditutup dari wisatawan.


Kami sebagai pengusaha homestay juga ikut menutup homestay kami dari para tamu, ditambah memang sedang tidak ada tamu. Namun saya sendiri juga perlu mengambil langkah antisipasi, menolak tamu baik lokal maupun internasional," terang Fendi.


Fendi menambahkan, selama penutupan homestay ini, juga dilakukan penyemprotan disinfektan di Dusun Brojonalan, yang terdapat sekitar 10 homestay.


"Karena homestay juga tempat tinggal maka juga disemprot luar dalam dengan disinfektan, selama tidak melayani tamu ini," imbuh Fendi.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang