Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Turut Andil Turunkan Stunting

Dilihat 405 kali
Pengambilan sumpah Profesi Sanitarian diadakan oleh Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan ( HAKLI ) Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Kabupaten Magelang melakukan kegiatan Sumpah Profesi Sanitarian sekaligus Seminar sehari dengan tema MENUJU ERA GLOBALISASI DIGITAL SKP/STR ONLINE di Ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Sabtu (15/2/2020).


Sumpah Profesi yang dilakukan para sanitarian tersebut, merupakan salah satu syarat kepangkatan HAKLI dalam birokrasi ASN di Indonesia.


Ketua Pengurus Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) cabang Kabupaten Magelang, Darkam, menjelaskan, sumpah profesi sanitarian yang dilakukan saat ini, merupakan amanat undang-undang kesehatan nomor 36 tahun 2014, dimana, setiap tenaga kesehatan wajib disertifikasi dan salah satunya adalah mengikuti sumpah profesi. 


Selain melakukan sumpah profesi, para ahli sanitarian yang sudah menjadi aparatur sipil Negara (ASN) pada Dinas Kesehatan wajib disertakan dengan tanda registrasi yang didahului dengan sumpah profesi.


“Bagi tenaga sanitarian yang sudah ASN wajib mengikuti sumpah profesi dulu, setelah itu baru dikeluarkan surat tanda registrasi," ucap Darkam.


Mewakili Bupati Magelang, Kepala Bidang Kesehatan Masarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Bar Kuncoro, menyampaikan, peran organisasi profesi ini di tengah masyarakat, bertujuan mendukung pembangunan, terutama pada persoalan kesehatan lingkungan serta sanitasi di wilayahnya.


"Peran organisasi Profesi HAKLI dalam kemitraan masih menghadapi tantangan besar dalam percepatan pembangunan terkait sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lebih-lebih tahun 2020 ini target Kabupaten Magelang bisa ODF Kabupaten, sehingga kami dari organisasi Profesi HAKLI harus punya andil besar untuk menuntaskan hal tersebut," ungkap BAR Kuncoro.


Sementara itu, Ketua HAKLI Profinsi Jawa Tengah, Arfian Nevi, menyampaikan, anggotanya salah satunya bertugas melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dengan lingkungan yang sehat maka dapat menyehatkan masyarakat termasuk menekan stunting atau gizi buruk.


Perlu diketahui terkait stunting, di wilayah Kabupaten Magelang masih mengalami persoalan, kurangnya pemahaman dari HAKLI terhadap pengambil kebijakan dalam penganggaran dan lemahnya kordinasi lembaga pemerintah dan swasta serta mitra terkait adalah salah salah satu masalah yang harus dipecahkan.


Setiap peserta kegiatan dan segenap tenaga sanitarian yang tergabung di dalam rumpun HAKLI, seyogyanya dapat bekerja keras dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi di lapangan dalam rangka menambah ilmu pengetahuan dengan selalu memperhatikan setiap perubahan zaman maupun aturan.


“Termasuk peserta seminar dapat bekerja keras dalam menghadapi setiap persoalan sanitasi di wilayah masing-masing tetapi tidak mengabaikan setiap perubahan aturan, kebijakan dan zaman," papar Arfian, sebagai narasumber dalam seminar tersebut.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar