Hari Keluarga Nasional, Bupati Beri Penghargaan Para Kader Kependudukan

Dilihat 137 kali

BERITAMAGELANG.ID - Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional 2019 di Kabupaten Magelang diwarnai dengan pemberian sejumlah penghargaan bagi para kader kependudukan yang diselenggarakan di GOR Gemilang Komplek Setda Kabupaten Magelang, Kamis (25/7).


Mereka adalah para pemenang lomba Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), Sub PPKBD dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kabupaten Magelang.


Penghargaan berupa tropi dan piagam diserahkan oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Magelang Christanti Zaenal Arifin dan Wakilnya, Aslimah Edi Cahyana.


"Pada kesempatan yang baik ini kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penyuluh KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga), Kader PPKBD, Sub PPKBD, Kader PKK, mitra kerja serta seluruh warga masyarakat yang telah berkontribusi mensukseskan pelaksanaan program-program kependudukan di Kabupaten Magelang.


Alhamdulillah, atas dukungan Bapak Ibu semuanya, kami baru saja menerima penghargaan bidang

KKBPK Satyalencana Pembangunan dari Presiden Joko Widodo. Semoga penghargaan ini bisa lebih

memacu kita untuk meningkatkan prestasi dan kinerja kita dalam rangka mewujudkan Indonesia

yang sejahtera dan berkeadilan di masa mendatang," demikian disampaikan Zaenal usai memberi penghargaan bagi para kader kependudukan.


Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang Retno Indriastuti mengungkapkan, masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi terkait program KKBPK.


"Pertama, perkawinan usia dini, data 2018 dari jumlah pernikahan 10.400 orang ditemukan sejumlah 1.972 masih di bawah usia 18 tahun atau masih anak-anak. Kedua, pasangan usia subur yang tidak menggunakan alat kontrasepsi. Ketiga, pemanfaatan kelompok ketahanan keluarga dan anak balita stunting yang cukup banyak," ungkap Retno.


Adapun peluang yang tersedia untuk meningkatkan keberhasilan KKBPK antara lain, lanjut Retno, dukungan kebijakan, komitmen, kerja sama mitra jejaring yang kuat dan partisipasi masyarakat yang semakin meningkat.


"Upaya terobosan pemanfaatan peluang tersebut dilakukan melalui program Kampung KB, hal ini sesuai dengan Visi Presiden Indonesia Joko Widodo yang memberikan prioritas pembangunan kepada sumber daya manusia. 


Sampai dengan Juni 2019 telah dicanangkan 58 desa di seluruh kecamatan. Saat ini dukungan dan komitmen Pemerintah Desa yang didukung oleh Kecamatan dan SKPD lintas sektor serta mitra kerja dalam melaksanakan program KKBPK terutama di Kampung KB semakin banyak. Bahkan, banyak desa yang menganggarkan pencanangan Kampung KB secara mandiri," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar