Hajatan Hujan dan Kabut Berpadu Dalam Ketep Summit 2019

Dilihat 679 kali
Penuh warna Ketep Summit 2019 di Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Ketep Sumit 2019 menjadi tempat bertemunya seni cahaya air dan kabut.


Bertempat di kawasan wisata Ketep Pass Kecamatan Sawangan, hajatan besar Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang ini bertajuk 'Energi Merapi Merbabu'.


"Ini tahun ketiga, dikemas dengan spektakuler agar wisatawan minat datang ke Magelang," kata Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata Disparpora Kabupaten Magelang, Zumrotun Rini, Sabtu (19/10).


Ketep Summit digelar 18-20 Oktober 2019.  "Target wisatawan 5.000 orang selama berlangsungnya kegiatan," lanjutnya.


Konsep budaya dalam even ini sangat kuat. Sebanyak 20 kesenian daerah Kabupaten Magelang mengikuti perlombaan dalam event ini. Sebagai puncak acara adalah konser Sunrise Musik dan nightcoustic bersama eks vokalis Ada Band Dhoni Sibarani.


"Sunrise musik menjadi ikon Ketep Pass yang diharapkan menjadi daya tarik wisatawan," lanjut Zumrotun.


Sejak pagi hingga malam, event hari kedua ini menampilkan sejumlah tari tradisonal dan performa art Sesaji Merapi oleh seniman Agus Merapi.


Pengunjung terlihat memadati area panggung utama yang berada di ketinggian 1.200 mdpl itu.


Dibawah guyuran hujan prosesi sesaji Merapi itu mampu menghipnotis penonton.


"Perform itu untuk Nyai Kendit atau Dewi Kabut agar segera turun hujan dan kedamaian alam Merapi," ujar Agus.


Perform sesaji untuk Merapi itu menggunakan media lukisan berukuran 150x200 cm. Selama pementasan berdurasi 30 menit itu para wisatawan bergeming di antara air hujan, kabut dan tata cahaya lampu panggung yang menawan.


Selain seni budaya dan kolaborasi musik, dalam Ketep Summit juga digelar pameran aneka produk unggulan khas Kabupaten Magelang. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar