Guguran Awan Panas Merapi Masih Terjadi

Dilihat 698 kali
Guguran awan panas Gunung Merapi, Sabtu (02/03).

BERITAMAGELANG.ID - Guguran awan panas kembali terjadi dari puncak Gunung Merapi, Sabtu (02/03). Sesuai data yang dirilis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran tersebut terjadi pada pukul 13.25 WIB dengan jarak luncur 1.100 meter ke arah Kali Gendol Yogyakarta.

BBPTKG juga mencatat hasil pengamatan pada 06:00-12:00 WIB, sebanyak 19 kali guguran material, beramplitudo : 3-35 mm, Durasi : 10-81 detik. Tercatat pula empat kali gempa hembusan, satu kali gempa low frekuensi. Gempa Hybrid/Fase banyak terekam dua kali, dan satu kali gempa tektonik jauh.

Sebelumnya, BPPTKG mencatat lima guguran lava dan awan panas pertama terjadi dengan jarak luncur maksimum dua kilometer.

Sedangkan sesuai data dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Pos Ngepos Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, awan panas guguran itu tercatat sebanyak tujuh kali tepatnya terjadi pada 04.51 WIB hingga 05.40 WIB dengan jarak luncur mengarah Kali Gendol Yogyakarta.

Cuaca di seputaran Gunung dengan tinggi 2.968 mdpl itu cenderung berkabut dan berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 21-27°C. Secara visual pada Sabtu siang 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. 

BPTKG masih metetapkan status Waspada dengan jarak aman 3 km. Warga yang berada di wilayah Magelang, Boyolali, Klaten, Jawa Tengah dan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk tenang dan beraktifitas seperti biasa.

Masyarakat juga diimbau agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat  terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar