Gerimis Mewarnai Prosesi Kirab Waisak 2566 BE/2022 Dari Candi Mendut Menuju Candi Borobudur

Dilihat 581 kali
para biksu dan umat Budha mengikuti prosesi Waisak dengan kirab dari candi Mendut menuju candi Borobudur sejauh 3,5 km. prosesi waisak sebagai bagian dari rangkaian acara Tru Suci Waisak 2566 BE/2022, Senin (16/5/2022).

BERITAMAGELANG.ID - Langit cerah membiru tiba-tiba saja berubah menjadi mendung berawan gelap dan hujan gerimis turun. Hal itu terjadi saat prosesi kirab Waisak 2566 BE/2022 dari candi Mendut menuju candi Borobudur berlangsung pada Senin (16/5/2022). Namun demikian, ribuan umat Budha termasuk para biksu dari berbagai daerah di  Indonesia, tidak surut untuk tetap mengikuti prosesi Waisak ini sejauh 3,5 km.

Kirab sendiri merupakan bagian dari rangkaian acara hari Tri Suci Waisak2566 BE/2022. Waisak tahun ini disambut antusias oleh umat Budha, karena dua tahun terakhir ini tidak diadakan akibat pandemi Covid-19. Sejak pagi hari, umat Budha sudah berkumpul di candi Mendut dan bersiap-siap menuju Candi Borobudur, melintas jembatan diatas sungai Elo dan Progo. Mereka juga membawa bunga sedap malam sebagai bentuk penghormatan kepada sang Budha Gautama.

Sebelum melakukan prosesi kirab, umat Budha dipimpin bikhu dari berbagai sangha, melakukan puja bakti. Tepat pukul 07.40 wib, umat mulai bergerak. Diawali dengan drum band kemudian diikuti dengan membawa perlengkapan puja bakti Waisak, seperti relik sang Budha Gautama, air berkah , api dharma dan juga Tripitaka. Kemudian barisan gunungan hasil bumi, seperti padi, buah-buahan dan juga sayur mayur.

Tiba di Candi agung Borobudur, umat yang langsung menuju ke depan altar yang berada di taman Kenari. Disini mereka kembali melakukan puja bhakti.

Ketua II DPD walubi Jateng, Tanto Sugito Harsono mengatakan, prosesi Waisak sengaja membawa persembahan berupa hasil bumi dari penduduk lokal di Mendut, Borobudur dan sekitarnya. Ia berharap dengan prosesi kirab ini, maka umat bisa mencapai diri, merenung menjelang detik-detik Waisak, yang akan jatuh pada pukul 11.13.46. Di saat itu, seluruh umat Budha  akan bermeditasi bersama-sama.

Dirinya juga mengaku bahagia karena sudah dua tahun tidak melaksanakan perayaan Waisak di Borobudur, namun tahun ini sudah diperbolehkan. "Tentu kami dan umat Budha lainnya berbahagia karena bisa berkumpul bersama, meski kami tetap  harus menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker dan handa sanitizer, agar covid betul-betul melandai dan hilang, menjadi bukan pandemi namun endemi," ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya tidak mengundang umat dari manapun, namun hanya mengundang majelis-majelis dan pengurus. "Namun nampaknya antusias umat Budha cukup tinggi, mungkin karena sudah dua tahun vakum," ujarnya.

Sekitar 1.200 umat Budha diperkirakan hadir mengikuti rangkaian Tri Suci Waisak, yang merupakan peringatan Kelahiran, kehidupan dan kematian sang Budha Gautama.

Sementara itu, prosesi kirab Waisak ini juga mendapat sambutan yang antusias dari warga. Sejak pagi mereka sudah berjajar di pinggir jalan untuk menyaksikan prosesi Waisak.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar