Gedung Baru, Kunjungan Perpusda Kabupaten Magelang Melonjak

Dilihat 393 kali
Perpusda Kabupaten Magelang, rutin mengadakan kegiatan bidang perpustakaan, seperti lomba pidato, bercerita, mewarnai, pelatihan penulisan dan lain-lain.

BERITAMAGELANG.ID - Tingkat kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Magelang, Muntilan, mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, terlebih setelah menempati gedung baru.


Pada tahun 2017 jumlah kunjungan 39.967 pengunjung, tahun 2018 jumlah pengunjung 76.548. Dan pada tahun 2019 jumlah pengunjung 95.965 dari target 80 ribu. 


“Mayoritas pengunjung adalah pelajar, mahasiswa dan umum," ucap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi, melalu Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan, Amroni, Selasa (21/1).


Pembangunan Perpusda Kabupaten Magelang selesai tahun 2017, menelan anggaran 21 Milyar Rupiah. Dengan fasilitas baru diantaranya jaringan Wifi dari Pemkab Magelang dan Wifi Kunang-kunang dari Perpusnas.


Koleksi buku berjummlah 56 ribu, dengam 24 ribu judul. Ditambah E-book 1.026 judul. E-book sendiri merupakan aplikasi bernama Padi yang bekerjasama dengan Telkom.


Dan yang menarik tersedianya Home Theater, film edukasi bisa diputar sesuai permintaan, minimal 15 pemohon. 


“Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu jadwal pemutaran film setiap pukul 12.30 WIB dengan durasi 20 sampai 30 menit. Dan terdapat 50-an judul film edukasi," papar Amroni.


Amroni menambahkan, pihaknya akan terus melakukan penambahan koleksi buku dan film yang harus diupdate. Serta peningkatan layanan komunitas disabilitas, dengan menyediakan buku braile.


Perpusda Kabupaten Magelang juga pernah meraih prestasi Nugra Jasa Dharma Pustaloka, anugrah tertinggi perpustakaan bagi pemda, yang diterima oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin.


Serta menerima penghargaan Perpustakaan Kabupaten terbaik dalam implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. 


"Selain Perpusda Kabupaten Magelang, pada Perpustakaan di Desa Ngablak Kecamatan Ngablak juga menerima anugerah yang sama, yaitu Perpustakaan terbaik dalam implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial," imbuhnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar