Fokus Pada Implementasi, Pemandu Wisata Alam Mendapat Pelatihan Dari Disparpora

Dilihat 3397 kali

BERITAMAGELANG.ID - Guna mengurai berbagai persoalan yang timbul di wilayah wisata alam sekaligus mewujudkan Visi Bupati Magelang dalam mewujudkan Kabupaten Magelang yang sejahtera, berdaya saing dan amanah, pemandu wisata alam di Kabupaten Magelang menerima kegiatan pelatihan dari Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Senin 21 hingga 24 Agustus 2023 di Grand Artos Hotel.

Kegiatan bertajuk Pelatihan DAK Non Fisik Kepariwisataan Pelatihan Pemandu Ekowisata tersebut dilaksanakan untuk memberikan arahan dan bekal ilmu kepada para pemandu wisata alam di Kabupaten Magelang.

"Pelatihan ini nantinya akan fokus kepada implementasi. Jadi nantinya peserta itu akan betul-betul mampu untuk hadir di tengah-tengah wisata alam di wilayah mereka," kata Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Mulyanto sesaat setelah membuka kegiatan pelatihan tersebut.

Dirinya juga mendorong pengelola wisata alam untuk dapat bekerjasama dengan Pemerintah Desa. Karena menurutnya ekowisata tersebut lebih banyak terarah pada daerah-daerah yang ada di desa.

"Selama ini jika terdapat permasalahan hendaknya segera diselesaikan bersama untuk di sektor ekowisata terutama masalah bidang sarana dan infrastruktur," lanjutnya.

Menurutnya, pasca Pandemi Covid-19 ini, Eko wisata di daerah pedesaan mulai bergeliat, tumbuh dan berkembang sesuai dengan kualitas masing-masing. Hal ini tentunya akan memberikan dampak yang baik untuk kesehatan masyarakat di sekitarnya.

"Jangan lupa, Pokdarwis, Pemerintah Desa dan pelaku wisata semuanya harus bekerjasama dalam mewujudkan ekosistem wisata," Mulyanto mengingatkan.

Kegiatan tersebut diikuti 40 orang pemandu ekowisata se-Kabupaten Magelang dengan menghadirkan narasumber diantaranya Bupati Magelang, Zaenal Arifin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Soeharno, PHRI Magelang, Praktisi Wisata, Akademisi, DTW Magelang serta dari Pesona Magelang.

"Pesan kami wisata jangan kemudian dibuat tidak menarik, bagi para wisatawan. Berikanlah kealamiahan yang ada di masing-masing obyek wisata, sehingga wisatawan bisa melihat, biasa menilai keunggulan di mana saja mereka berkunjung," pungkas Mulyanto.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang