Festival Supermoon 2020 Digelar Virtual

Dilihat 635 kali
Festival Supermoon yang digelar di tengah pandemi Covid-19.

BERITAMAGELANG.ID - Festival Supermoon Tahun 2020 tetap digelar, meski harus virtual dan tetap mengedepankan protokol kesehatan serta CHSE (Clean, Health, Safety dan Environment) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan. 


Festival dilaksanakan pada 20-21 November 2020 di Kampung Semar Brongsongan Wringin Putih Borobudur. Kegiatan ini merupakan perayaan kekayaan tradisi Indonesia dengan menampilkan sejumlah kesenian tradisi yang hidup di tengah masyarakat dengan tujuan merawat kekayaan tradisi, sekaligus mengaktualisasinya dalam perubahan masyarakat terkini. 


Menurut Pimpinan Sanggar Kinnar Kinnari yang juga salah satu penyelenggara, Eko Sunyoto, Senin (23/11/2020), pada tahun ini, Festival Supermoon mengutamakan pertunjukan tari dan mengambil tema 'ruwat bumi, sebuah semangat manusia menghadapi perubahan iklim dan perubahan kesehatan 

dunia'. 


Festival Supermoon diselenggarakan oleh Sanggar Kinnara Kinnari bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Provinsi Jawa Tengah.


"Kegiatan tahun ini, diisi beberapa jenis kesenian yang berasal dari berbagai penjuru Kabupaten Magelang. Diantaranya Absara Kinnara, Tari Gedruk, Tari Topeng Ireng, Tari Soreng, Tari Kubro Siswo dan Midnite," sebutnya.


Disampaikan, festival ini diharapkan dapat merawat kekayaan tradisi di Kabupaten Magelang. 


“Semoga para penari dan pengembang kebudayaan di Kabupaten Magelang, bisa termotivasi untuk tetap mengembangkan kebudayaan tradisi di wilayah ini," lanjutnya. 


Kepala Bidang Promosi dan Kelembagaan, mewakili Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Andi Gunawan P mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari pelestarian leluhur. 


Menurut Andi, sejak adanya pandemi covid-19, teman-teman seniman hampir tidak pernah ada job dan pentas. Namun demikian, mereka dituntut untuk tetap berkreasi dan berinovasi. Meski dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat. 


“Kegiatan ini seolah menjadi obat pelipur lara bagi para seniman dan tetap bisa produktif serta nantinya menjadi penunjang pariwisata bila dijadikan kalender event," katanya.  


Hal senada disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Magelang, Mantep Sudarsono yang menyadari kerinduan para seniman untuk menyalurkan hobi sekaligus kreasinya. 


“Sebelumnya, pada tahun 2020 ini, kami sudah agendakan setiap satu minggu sekali, teman-teman seniman pentas di panggung TIC Borobudur. Jadwal sudah jadi, bahkan sudah ada sekitar 4 hingga 5 grup kesenian yang sudah tampil. Namun kemudian, distop dan anggaran ditarik lagi untuk penanganan covid-19," pungkasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar