Kampus Ini Ciptakan Bilik Sterilisasi Yang Lebih Aman Bagi Manusia

Dilihat 175 kali

BERITAMAGELANG.ID - Penyemprotan cairan disinfektan langsung ke tubuh manusia baik melalui bilik sterilisasi maupun alat semprot sprayer ternyata tidak direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) Indonesia.


Melalui akun resmi twitternya, WHO menyampaikan penyemprotan cairan disinfektan langsung ke tubuh manusia sangat membahayakan.


Menyemprot bahan-bahan kimia dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir, seperti mulut atau mata.


Informasi tersebut mendorong Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang melalui kolaborasi riset yang dilakukan tiga program studi Mesin Otomotif, Teknik Industri dan Teknik Informatika melakukan proses penelitian dan uji coba selama beberapa waktu. 


Proses tersebut akhirnya berhasil mengembangkan bilik sterilisasi yang aman bagi tubuh manusia. Perangkat ini dinamakan Bilik Disinfektan Tekanan Rendah atau Negative Pressure Disinfection Chamber sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Demikian disampaikan Dekan FT UM Magelang, Yun Arifatul Fatimah.


Ketua Tim Pengembangan Bilik Sterilisasi, Dr. Budi Waluyo yang juga Kepala Program Studi (Kaprodi) Mesin Otomotif FT UM Magelang menambahkan, alat ini telah melalui proses uji coba di Laboratorium Terintegrasi Fakultas Teknik dan melalui tahapan studi pengetahuan ilmiah diantaranya untuk merespon kebutuhan masyarakat secara spesifik.


"Bilik sterilisasi yang dikembangkan dipastikan lebih aman digunakan bagi manusia daripada bilik disinfektan berbasis semprotan cairan," jelasnya.


Budi Waluyo mengatakan perbedaan khusus alat ini dibandingkan dengan bilik sterilisasi berbasis ozon yang telah diciptakan sebelumnya adalah adanya penambahan perangkat UV-C Light (Sinar ultraviolet type C)yang berfungsi sebagai penyempurnaan proses sterilisasi.


"Jika hanya menggunakan ozon saja, maka masih ada sela bagian tubuh yang belum terkena ozonisasi. Demikian pula sebaliknya jika hanya memanfaatkan UV-C Light tanpa didahului dengan ozonisasi juga berbahaya, sehingga kombinasi bisa menghasilkan proses sterilisasi yang lebih baik," tambahnya,


Seperti diketahui, ozon telah direkomendasikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai pengganti cairan disinfektan kimia (LIPI, 21 Maret 2020). Diperkuat dengan UV-C Light yang sangat baik dalam menghancurkan materi genetik - baik pada manusia atau partikel virus. 


"Setelah menyelesaikan tahap uji klinis dan Quality Control, FT UM Magelang nantinya akan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten Magelang melalui Dinas Kesehatan atau Tim Satgas Covid-19 masing-masing, memperluas distribusi pemanfaatan alat ini untuk ditempatkan pada tempat strategis yang banyak dikunjungi masyarakat diantaranya perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit maupun Puskesmas dan tempat - tempat strategis lainnya," katanya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar