Erupsi Merapi, Sejumlah Daerah Diterpa Hujan Abu

Dilihat 263 kali
Mobil warga desa Bumirejo kecamatan Mungkid kabupaten Magelang terkena hujan abu akibat erupsi gunung Merapi

BERITAMAGELANG.ID - Hujan abu dan pasir yang melanda sejumlah wilayah di Magelang, membuat sejumlah warga merasa cemas. Mereka khawatir kalau hujan abu akan turun dengan lebat dan terus menerus, sehingga memaksa warga harus mengungsi. Padahal, saat mengungsi rawan dengan pengumpulan massa dimana saat ini sedang ada larangan untuk berkumpul sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.


Kekhawatiran itu disampaikan salah satu warga desa Sengi kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Ismanto. Ia mengatakan, hujan abu yang turun kali ini disertai dengan pasir. Hujan abu juga cukup tebal. 


"Tadi sedikit agak gaduh, karena hujan abunya campur pasir," katanya saat dihubungi, Jumat (27/3).


Ismanto yang seorang seniman patung ini menyampaikan, kekhawatiran dirinya dan warga lain cukup beralasan. Sebab bila hujan abu ini terjadi sama saat erupsi tahun 2010, maka bisa dipastikan warga harus mengungsi. 


"Kalau mengungsi kan harus berkumpul, padahal ada Corona. Sedangkan Corona harus jaga jarak atau nggak boleh kumpul. Sedangkan kalau ngungsi harus kumpul, ini kan repot. Kalau terjangkiti semua terus gimana? repot kan?," ujarnya.


Ia pun merasa cukup bersyukur karena hujan abu akibat erupsi kali ini tidak berlangsung lama. Sehingga warga pun saling menenangkan satu sama lain. 


"Kita saling menenangkan agar tidak panik dan terus meningkatkan kewaspadaan," ucapnya.


Seperti diberitakan, gunung Merapi meletus dengan tinggi kolom 5.000 meter pada Jumat (27/3) sekitar pukul 10.56 WIB. Akibat dari erupsi ini terjadi hujan abu dan pasir di beberapa wilayah lereng Gunung Merapi. Seperti kecamatan Dukun, Sawangan, Salaman dan  Mungkid.


Musinem, salah satu pedagang pasar Talun kecamatan Dukun juga menyampaikan rasa kekhawatirannya pada erupsi kali ini. Karena hujan abu cukup tebal, ia mengkhawatirkan erupsi akan terjadi sama dengan tahun 2010 lalu.


Bahkan akibat hujan abu ini, banyak pedagang yang memilih untuk menutup kiosnya. 


"Banyak yang langsung menutup kios dan memilih pulang. Karena pembeli juga sedikit, apalagi saat ini juga musim Corona," kata Musinem.


Sutarno (53) warga Mangunsuko kecamatan Dukun juga mengaku kaget dengan erupsi kali ini. Karena dengan erupsi yang terjadi sebelumnya, kali ini jauh lebih besar. 


"Suarane nggih ageng kolo wau (suaranya juga besr tadi)," katanya.


Namun demikian, Sutarno justru berharap erupsi dengan disertai hujan abu ini, bisa membunuh virus corona yang saat ini merebak. 


"Nggih niki pangarepane tiang dusun, mugi udan awu saged kagem mbasmi corona (ya ini harapan orang desa, hujan abu bisa membunuh virus Corona," harap Sutarno.


Sementara itu, hujan abu juga turun sampai wilayah kecamatan Mungkid. Ambar, warga perumahan Bumirejo Indah, kecamatan Mungkid menyampaikan, hujan abu cukup tebal mengguyur wilayah tempat tinggalnya. Hal itu nampak dari abu yang menempel di beberapa barang, seperti sepeda motor, mobil, daun hingga genteng yang kelihatan memutih.


Di jalan raya utama Magelang - Yogyakarta yang melintas wilayah Blabak juga nampak tertutup abu. Bahkan abu ini berterbangan saat kendaraan melintas. Namun demikian, kondisi ini tidak berlangsung lama karena langsung terguyur hujan gerimis.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar