Edukasi Ragam Kekayaan Indonesia di Borobudur Edupark

Dilihat 327 kali
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo resmikan wisata Borobudur Edupark untuk wisata belajar tentang Candi Borobudur.

BERITAMAGELANG.ID - Penguatan daya tarik wisata kawasan Candi Borobudur dilakukan PT Taman Wisata Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko dengan membuka Borobudur Edupark di Jalan Magelang-Yogyakarta. Destinasi untuk belajar tentang Candi Borobudur ini diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Minggu (9/1).


Melalui wahana ini pengunjung tidak hanya fokus ke Candi Borobudur, namun juga akan datang ke Borobudur Edupark, menginap di Balkondes menikmati seni, tarian, dan produk-produk dari warga sekitar Borobudur. Dengan demikian Borobudur dan sekitarnya ini akan mendorong orang untuk hadir karena dia ingin senang, bahagia, ingin harmoni itu tercipta.


"Mudah-mudahan Borobudur Edupark ini bagian dari kontribusi untuk menciptakan harmoni itu," kata Ganjar di sela peresmian tersebut.


Menurutnya di Borobudur Edupark ini setiap orang dapat belajar dan memahami sebuah cerita di balik karya. Tidak hanya melhat karya dari satu sisi saja tapi juga kreativitas seni bagaimana memahat, memilih batu, membentuk dan sebagainya.


"Orang ke sini akan mendapat penjelasan detail bagaimana struktur konstruksi dari Candi Borobudur, bagaimana batu itu terkait dan seterusnya," katanya.


Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein berharap keberadaan Borobudur Edupak dapat menambah warna yang selaras dengan destinasi lain yang sudah ada di Kabupaten Magelang.


Disebutkan Husein, sejak Kabupaten Magelang di PPKM level 1, jumlah kunjungan wisatawan meningkat. Maka dengan adanya Borobudur Edupark akan menambah daya tarik penyebaran wisatawan di Kabupaten Magelang yang mana destinasi favorit wisatawan saat ini masih dominan ke Borobudur dan Ketep.


Namun, lanjutnya, sekarang wisatawan mulai tersebar ke beberapa titik lain seperti ke Telomoyo, Kaliangkrik, lereng Menoreh dan Merapi. Rutenya bisa mampir ke Borobudur, Edupark, Ketep Pass dan lainnya. 


"Lebih lebih dengan teman-teman desa wisata (jika) sudah menguatkan daya tarik wisata yang sudah mereka miliki. maka semakin menyebar wisatawan," jelas Husein.


Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT TWC Hetty Herawati menambahkan, keberadaan Candi Borobudur memberikan banyak inspirasi dalam pengembangan pariwisata kawasan penyangga di Kabupaten Magelang.


Menurutnya, salah satu inspirasi itu adalah keberadaan Borobudur Edupark, yakni sebuah destinasi yang menitikberatkan pada wisata edukasi dan memiliki korelasi dengan Candi Borobudur. 


Konsep Outdoor Garden


Edupark ini dikemas secara natural dengan konsep outdoor garden. Di sisi lain ada unsur pemberdayaan masyarakat sekitar guna meningkatkan perekonomian wisata di kawasan Borobudur juga menjadi fokus penting dalam perkembangan wisata di Magelang.


"Borobudur Edupark diinisiasi oleh PT TWC bersinergi dengan manajemen PT Nakula Sadewa Design Art dan komunitas pecinta Borobudur untuk melakukan konektivitas destinasi-destinasi di kawasan Candi Borobudur dan Kabupaten Magelang," jelas Hetty Herawati.


Borobudur Edupark ini memberikan pengalaman baru kepada wisatawan. Potensi yang kuat di bidang edukasi dan atraksi serta lokasi strategis pada jalur utama menuju Candi Borobudur menjadi alasan terciptanya Borobudur Edupark ini. Selain itu tujuan lain dari Borobudur Edupark ini adalah sebagai pusat informasi dan edukasi wisatawan sebelum memasuki kawasan wisata Borobudur.


"Ini meningkatkan kesadaran pengunjung akan pentingnya kelestarian cagar budaya, memperkenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam relief Candi Borobudur, dan memperkenalkan karya seni yang terinspirasi dari Candi Borobudur," jelas Hetty.


Diramaikan patung monumen tokoh terkenal dan landmark dari berbagai dunia


Sebagai rintisan Borobudur Edupark ini berada di sanggar milik seniman Nyoman Alim Musthapa dengan luas lahan 2,5 hektar. Di tempat ini berisi patung-patung monumen yang pernah dibuat Nyoman di seluruh Indonesia, seperti Patung Soedirman, Soekarno, dan Pangeran Diponegoro serta sejumlah patung hasil karyanya di beberapa negara termasuk miniatur Angkor Wat.


Kepada wartawan Nyoman Alim Musthapa mengungkapkan sejak Candi Borobudur selesai dibangun tidak ada orang menginspirasi untuk membuat dan seterusnya. Sehingga pihaknya mencoba membuat edupark ini kerja sama dengan PT Taman wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) sebagai pengelola Taman Wisata Candi Borobudur.


"Maka kami kerja sama dengan PT TWC supaya wisatawan yang tidak bisa naik ke Candi Borobudur bisa menikmatinya di sini," ucapnya.


Di wisata ini, pengunjung dapat melihat dan membuat karya sendiri atau diajarkan, baik dari batu, tanah liat, semen, dan material lainnya. Tujuannya adalah agar masyarakat benar-benar mengerti, bagaimana proses kreativitas masa lalu hingga Candi Borobudur tercipta. 


"Di sini dapat ditunjukkan betapa susahnya misalnya membuat Candi Borobudur dengan 3.000 lebih relief itu, bagaimana memahatnya, dan alat apa yang digunakan," ujarnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar