Dua Wisatawan Asal Medan dan Tangerang Positif Covid-19

Dilihat 3031 kali

BERITAMAGELANG.ID - Dua wisatawan yang akan berlibur ke sekitar Candi Borobudur, asal Medan dan Tangerang, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diketahui positif Covid-19 usai rapid dan swab test yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, di halaman Tourist Information Center (TIC) Borobudur.


“Dari rapid test yang kami lakukan terhadap 150 sasaran hari ini, ada enam yang reaktif dan dua yang dinyatakan positif berdasarkan hasil swab test. Selanjutnya, mereka kami minta melakukan isolasi mandiri," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti, Jumat (30/10/2020).


Disampaikan Retno, selama tiga hari ini, pihaknya telah melakukan rapid test terhadap wisatawan yang akan berkunjung ke sekitar Candi Borobudur sebanyak 455 orang. 


“Ada 29 reaktif dan dua yang positif. Rinciannya, hari pertama ada 15 yang reaktif dan delapan pada hari kedua serta enam wisatawan pada hari ketiga. Namun dari enam yang reaktif pada hari ketiga itu, dua yang positif," jelasnya.


Sementara update data perkembangan Covid-19 di Kabupaten Magelang hingga Jumat (30/10/2020), ada tambahan tiga yang positif. Mereka berasal dari Borobudur, Mertoyudan dan Secang. 


Namun demikian, ada satu yang dinyatakan sembuh berasal dari Mertoyudan. 


“Dengan tambahan tiga baru dan satu sembuh itu, jumlah kumulatif pasien positif hingga saat ini ada 1016 orang. Rinciannya, 164 dirawat dan menjalani isolasi mandiri, 824 sembuh dan 28 meninggal," imbuh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi.


Pasien Dalam Pengawasan (PDP), saat ini 11 tambahan. Mereka berasal dari Mertoyudan empat orang, Bandongan 2, dan satu orang tersebar di Tempuran, Borobudur, Pakis, Grabag dan Muntilan. Meski demikian, ada dua yang dinyatakan sembuh. Mereka berasal dari Mertoyudan dan Salam. 


“Dengan tambahan 11 baru dan dua sembuh itu, jumlah kumulatif PDP saat ini ada 667 orang. Rinciannya, 33 dirawat, 561 sembuh dan 73 meninggal," terangnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar