Dua Kali Dilanda Angin Kencang, Petani Merbabu Terus Bertahan

Dilihat 213 kali
Petani lereng Merbabu Kecamatan Pakis memperbaiki ladang mereka paska dilanda angin kencang Senin (18/11/2019).

BERITAMAGELANG.ID - Bencana angin kencang yang melanda lereng Gunung Merbabu Kabupaten Magelang tidak hanya merusak rumah warga namun juga berdampak terhadap lahan pertanian. 


"Tidak rumah saja, ini tanaman juga rusak dibawa angin," kata salah satu petani di Desa Grenden Kecamatan Pakis, Saryanto, Senin (18/11/2019).


Bencana angin kencang tersebut terjadi sepanjang hari Minggu (17/112019). Meski tidak separah pada pertengahan bulan Oktober kemarin, akibat kejadian itu semakin menambah derita warga lereng Gunung Merbabu. Pasalnya, secara ekonomi, mereka belum pulih tapi harus kembali mengeluarkan biaya ekstra untuk memperbaiki rumah dan lahan pertaniannya yang terancam gagal panen dan mati.


Para petani terpaksa mengulang proses tanam dengan membeli plastik mulsa seharga Rp 600 ribu/ gulung, dan bibit baru dikisaran Rp 200 ribu/jenisnya. Modal itu belum termasuk biaya pupuk dan tenaga perawatan.


"Setelah angin pertama belum panen, sekarang juga rusak lagi, modal sudah habis," keluh Saryanto.


Senada dengan Saryanto, salah satu warga Dusun Kiyudan Desa Ketundan Kecamatan Pakis Suroso juga menghadapi paceklik paska bencana angin kencang itu.


"Rumah saya rusak atapnya. Padahal baru diperbaiki selesai awal bulan ini," ujarnya.


Suroso mengaku kini kesulitan mencari pengganti sebagian genting atap rumahnya. Jika pada bencana awal masih ada bantuan dari relawan, namun saat ini belum lagi ia dapatkan. Sementara kondisi ladang yang biasa diandalkan juga rusak disapu angin beserta tanamnya.


"Belum ngerti ini untuk biaya perbaikan. Lahan juga belum saya liat soperti apa kerusakannya," ujarnya.


Baik Suroso, dan Saryanto maupun warga lereng Merbabu lainnya berharap bantuan untuk memperbaiki rumah maupun ladang mereka.


Sesuai data BPBD Kabupaten Magelang angin kencang pada Minggu, (17/11/2019) melanda empat dusun yakni Dusun Kiyudan, Kecitran, Krembuyungan, dan Semampiran di Desa Ketundan, Kecamatan Pakis. Kejadian pada pukul 03.00 WIB tersebut mengakibatkan sedikitnya 76 rumah rusak ringan dan 1 rumah rusak sedang. 


Upaya penanganan oleh BPBD, TNI Polri, Pemdes setempat, mastarakat dan sejumlah relawan terus dilakukan, berupa penyaluran bantuan logistik maupun perbaikan rumah dan material.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar