Disporapar Jateng Dukung BOB Aktivasi AKB Pariwisata Borobudur

Dilihat 139 kali
Pelatihan dan Pendampingan Adaptasi Kebiasaan Baru Destinasi Wisata di Kabupaten Magelang Kamis (17/9/2020).

BERITAMAGELANG.ID - Upaya pemulihan ekonomi pariwisata terus dilakukan pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Badan Otorita Borobudur melalui pelatihan adaptasi kebiasaan baru bagi para pelaku pariwisata di Kabupaten Magelang. 


Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Purwanto, berharap Badan Otorita Borobudur (BOB) mengutamakan pemulihan aktifasi pariwisata di kawasan Borobudur baru ke koordinatif lainnya.  Mengingat kawasan Borobudur disiapkan untuk Internasional. 


"Disamping yang lain untuk pemulihan dan aktivasi ini, kita yakinkan dulu bahwa di Borobudur itu savety untuk wisatawan manca negara," kata Purwanto disela-sela kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Adaptasi Kebiasaan Baru Destinasi Wisata di Destinasi Wisata Ketep Pass Sawangan Kabupaten Magelang Kamis (17/9/2020).


Terkait Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN), ia mengaku pihaknya telah menyiapankan sejumlah infratruktur untuk mendukung kegiatan pariwisata. Beberapa infrastruktur tersebut seperti koridor bus trans Jateng yang menghubungkan beberapa kabupaten dan temasuk infrastruktur lain.


Purwanto menyampaikan rencana terdekat terkait pengembangan pariwisata saat ini adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat. "Memulihkan kepercayaan masyarakat dulu, lalu menyiapkan hidup sehat bagaiamana caranya supaya semua lini masyarakat dapat betul-betul menerapakan protokol kesehatan," jelasnya.


Sementara itu upaya memulihkan pertumbuhan perekonomian melalui pariwisata, Badan Otorita Borobudur (BOB) telah melaksanakan serangkaian kegiatan terkait pemulihan aktivasi tempat wisata tersebut.


Ada tiga Desa wisata di Magelang yang terlibat dalam kegiatan pelatihan selama tiga hari ini di DTW Ketep Pass Sawangan. Ketiga Desa Wisata tersebut,  Banyuroto, Ketep Pass, dan Wulunggunung selama tiga hari.


Kegiatan pelatihan tersebut meliputi sosialisasi kebijakan daerah, implementasi protokol Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), penghitungan carrying capacity, alur wisatawan, pemetaan, zonasi wisatawan, visitor management di Destinasi dan verifikasi kesiapan pengelola dalam menyambut AKB.


Sementara itu, Direktur Utama BOB, Indah Juanita menyampaikan, bahwa pihaknya mengutakamakan pengembangan kawasan Borobudur didalam singkronisasi kesemua wilayah koordinatif BOB dimana meliputi 29 Kabupaten/Kota sehingga wajib mengusahakan bagaimana pariwisatanya tumbuh.


Tiga wilayah Kordinatif BOB yakni Borobudur-Jogja, Semarang-Karimun Jawa dan Solo-Sangiran.


"Kami juga telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait infrastruktur serta lembaga terkiat untuk bisa mencapai ke sana," ungkapnya.


Selain itu, BOB juga telah memberikan dukungan berupa pelatihan, bantuan sarana dan prasarana dalam menunjang implementasi Adaptasi Kebiasaan Baru kepada pengelola Desa Wisata. Dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan SDM Pariwisata untuk mengahadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


Rencananya akan ada 7 titik lokasi pelatihan di Jateng yang mengikuti kegiatan yang digelar BOB tersebut.


Menurut Indah, Protokol kesehatan yang telah disusun dalam AKB Pariwisata perlu disosialisasikan agar para pelaku wisata bersiap. Pihaknya juga akan mengawal pemenuhan protokol tersebut agar sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan.


"Upaya itu sehingga akan meningkatkan rasa kepercayaan kepada wisatawan saat berkunjung ke daya tarik wisata," paparnya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar