Disdikbud Serahkan Hadiah Para Pemenang Lomba Artikel

Dilihat 2214 kali
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin, dalam penyerahan Piala dan hadiah kepada pemenang Lomba Menulis Artikel Hardiknas 2022.

BERITAMAGELANG.ID - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin, menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Menulis Artikel Hardiknas 2022.


Lomba yang mengangkat tema, Merawat Diri dan Jati Diri Orang Magelang tersebut diikuti peserta guru dan siswa Sekolah Dasar se Kabupaten Magelang, yang diselengarakan pada April hingga 7 Mei 2022. Dengan total peserta 31 peserta, yang terdiri dari 12 guru dan 19 siswa.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin, mendukung penuh kegiatan tersebut karena melalui lomba ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan budaya literasi yang sangat rendah.


"Menulis tidak sebatas mengarang, perlu referensi, perlu narasumber dan perlu waktu. Saya anggap 31 peserta itu juara, karena minimal ada karya. Keterbelakangan pendidikan Indonesia ditengarai karena tingkat literasi yang masih rendah," ucap Aziz, Selasa (7/6/2022) di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang.


Terkait peserta dari guru, menurut Aziz sangat bagus karena murid-murid butuh keteladanan, agar siswa mampu melahirkan karya literasi.


Menurutnya, melalui tulisan dapat berbagi informasi, menginspirasi orang lain, mengasah kemampuan menulis, dan bisa menjadi profesi. Selain itu prestasi ini juga bisa menjadi kontribusi masuk ke jenjang sekolah selanjutnya yaitu SMP. 


“Adapun topik tema budaya sangat cocok, di Magelang sendiri ada 2.900 kelompok seniman, 50 jenis seni, dan 1.200 sanggar budaya. Kita harus melestarikan budaya peninggalan nenek moyang," papar Aziz.


Aziz menambahkan, beragam budaya tersebut seyogyanya bisa terekam dalam literasi. Tidak hanya budaya fisik, tetapi juga budaya non fisik (sistem) yang melekat kehidupan masyarakat, seperti musyawarah, gotong royong dan tepo seliro.


"Kembangkan, lestarikan dan dokumentasikan budaya kita sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang kuat sebagai benteng dari pangaruh budaya global," tutur Aziz.


Ketua panitia lomba, Ferry Edrian, menambahkan, karya lomba tersebut akan dibuat buku, agar dapat dibaca dan berbagi ilmu informasi kepada khalayak luas.


"Dalam bentuk buku akan lebih mudah berbagi informasi, mengingat tantangan ideologi kita, jangan sampai generasi muda kehilangan sejarah dan budaya bangsanya," imbuh Ferry.


Pemenang lomba tersebut untuk kategori guru, juara pertama Namitawati (SDN Pirikan), juara dua Dyah Ayu Sekartaji (SD Muhammadiyah 1 Muntilan), juara tiga Tri Wahyuni (SD Kenalan), juara harapan 1 Diana Gitawati (SDN Ngluwar 1), juara harapan 2 Siti Waripah (SDIT Zait Bin Tsabit Blondo Mungkid), dan juara harapan 3 Septiana Widyaningrum (SDN Muntilan).


Untuk kategori siswa, juara pertama Dhiya Mufida Zahira (SD BIAS), juara kedua Fidelya Ernesta (SDN Muntilan), juara ketiga Arimbi Ardya Pramesti (SDN Muntilan), juara harapan 1 Raisa Taqiyyatul Adzkiy (SDN Banyubiru 2 Dukun), juara harapan 2 Zahirra Salsabilla Riezie (SDN Muntilan), dan juara harapan 3 Najwa Husna Azizah (SDN Muntilan).


Peserta juara pertama, Dhiya Mufida Zahira, dari SD Bias Mertoyudan menulis tentang Heritage Candi di Magelang yang cukup beragam jumlahnya.


"Banyak orang yang belum tahu dan banyak juga yang kurang peduli, sehingga hal itu saya tulis," ungkap Dhiya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar