Diperbaiki, Patung Naga Simbol Kemakmuran Warga "Nepal Van Java"

Dilihat 460 kali
Warga Butuh Kaliangkrik "Nepal Van Java" memperbaiki patung Naga

BERITAMAGELANG.ID - Pengelola objek wisata "Nepal Van Java"( NVJ), saat ini sedang menyelesaikan pembuatan patung Naga yang ada di desa tersebut. Patung Naga yang menjadi pagar salah satu tangga di pemukiman ini merupakan lambang kejayaan warga setempat di era 1980-an.

Warga Dusun Butuh Desa Temanggung Kecamatan Kaliangkrik, saat itu hidup makmur dengan komoditas bawang putih. Bahkan rumah-rumah kokoh terbuat dari beton yang kini masih berdiri dan menjadi daya tarik wisata, merupakan hasil dari komoditas bumbu pawon itu.

Salah satu pengelola Nepal Van Java, Lilik Setyawan mengatakan, selama penutupan sementara, warga terus melakukan pembenahan, seperti mengecat rumah, menertibkan lahan parkir termasuk memperbaiki patung Naga.

Menurutnya, patung itu sudah ada sejak lama. Keberadaan patung itu sebagai simbol kemakmuran warga karena Naga dinilai melambangkan kebenaran, keberuntungan, kebaikan dan kekuatan. 

"Dulu di era tahun 80-an, warga desa ini dan juga Sukomakmur Kajoran menikmati kemakmuran dari komoditas bawang putih," terangnya.

Namun seiring berjalannya waktu, komoditas ini semakin tidak populer bersamaan dengan masuknya bawang impor. Setelah 1990, era kejayaan bawang putih mulai meredup. Produksi bawang lokal kalah bersaing, baik dari sisi harga, ukuran dan bentuk umbinya. Petani mulai enggan menanam karena terus merugi.

"Kini untuk mengingatkan lagi masa kejayaan itu, kita perbaiki lagi patung Naga, sekaligus untuk menambah daya tarik wisata di dusun ini," terang Lilik.

Ia pun berharap era kejayaan warga seperti dulu kembali melalui wisata. Wargapun secara gotong royong memperbaiki patung Naga yang selama ini nyaris terlupakan. 

Kini perbaikan patung itu sudah hampir selesai. Demikian juga dengan proses pengecatan rumah warga yang semula banyak dicat putih, kini menjadi lebih berwarna-warni bagai pelangi.

Lilik berharap, setelah NVJ dibuka lagi, pengunjung akan lebih terkesan dan akhirnya membawa kenangan. Hanya saja di musim pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya akan lebih ketat terutama dalam hal penerapan protokol kesehatan. Pengunjung wajib mengenakan masker dan jumlahnya tetap dibatasi agar tidak terjadi kerumunan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar