Dinkes Akan Berdayakan 'Jumantik' Untuk Cegah DBD

Dilihat 361 kali
Kadinkes Kabupaten Magelang Retno Indriastuti

BERITAMAGELANG.ID - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Magelang sampai bulan ini mencapai 58 kasus. Wilayah terbanyak yang terjangkit ada di kecamatan Muntilan, Grabag dan Borobudur.


Berdasarkan laporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dari 6 Januari sampai Maret ini ada 52 kasus. Sedangkan laporan elektronik, yakni berdasarkan hasil pemasukan data ke aplikasi yang sudah ada sebanyak 6 kasus. 


"Total dari keseluruhan laporan tersebut ada 58 kasus DBD di Kabupaten Magelang," demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti saat dihubungi Senin (23/3/2020).


Mengatasi peningkatan kasus DBD, Retno berencana membentuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di desa-desa endemis dan implementasi G1R1J.


Dia menjelaskan, G1R1J merupakan gerakan satu rumah satu jumantik.

 

Upaya lainnya adalah melakukan surveilans (menyisir) kasus DBD di rumah sakit pemerintah maupun swasta, baik dalam dan luar wilayah Kabupaten Magelang.


Kemudian melakukan koordinasi dengan Puskesmas, dan dilanjutkan ke desa untuk kegiatan penyelidikan epidemiologi (PE) apabila ada laporan kasus DBD dari rumah sakit.


Menurut Retno, bila hasil PE dan pemantauan jentik memenuhi kriteria, maka akan dilakukan fogging.


"Kita juga akan aktif melakukan penyuluhan tentang DBD dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ke masyarakat oleh petugas Puskesmas,” ujarnya. 


Pemantauan jentik berkala yang dilakukan oleh jumantik terutama di wilayah endemis. Di sisi lain, pihaknya juga mengeluarkan surat edaran kesiapsiagaan terkait kasus DBD.  

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar