Dinas Pertanian Kembangkan Brand Kopi Arabika Merapi-Merbabu

Dilihat 669 kali
Salah satu narasumber sedang memberikan pengarahan kepada peserta bimtek di Hotel Aria, Rabu (15/9/2021)
BERITAMAGELANG.ID - Dinas Pertanian dan Pangan bekerja sama dengan Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang sedang memproses branding produksi kopi di wilayah Kabupaten Magelang. Kawasan Kabupaten Magelang memiliki banyak produk kopi yang tumbuh di kawasan lereng gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Menoreh, Telomoyo dan Andong. Branding yang saat ini sedang diproses adalah MPIG (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis) Kopi Arabika Merapi Merbabu.

"Kita bersama dengan Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang sedang memroses branding kopi Magelang dengan nama Kopi Arabica Merapi-Merbabu," kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Romza Ernawan, di sela kegiatan Bimbingan Teknis 'Peningkatan Kapasitas Petani Bidang Perkebunan berupa Teknik Budi Daya dan Peluang Bisnis/Usaha Kopi, Rabu (15/9/2021), di Hotel Atria Magelang. Kegiatan ini merupakan kerjasama Vita Ervina, anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jateng VI bersama dengan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian.

Romza menjelaskan, MPIG adalah kawasan dimana semua dataran tinggi menghasilkan kopi Arabika. Sedangkan di dataran rendah menghasilkan jenis kopi Robusta. 

Branding kopi Magelang sangat penting untuk dilakukan, agar kopi dari Magelang dikenal lebih luas lagi. Saat ini sudah memasuki tahun kedua untuk proses branding kopi Arabika Merapi Merbabu. 

"Masih ada cek and ricek di lapangan," ujarnya.

Iapun mempersilahkan kelompok-kelompok tani untuk membuat branding kopi yang mereka hasilkan. Demikian juga para petani milenial akan dirangkul agar kopi Magelang lebih mendunia, apalgi petani milenial lebih paham teknologi informasi.

Sementara itu, anggota Komisi  IV DPR RI, Vita Ervina dalam sambutan yang disampaikan secara virtual menyampaikan, bimtek kali ini difokuskan pada komoditas kopi. 

"Saat ini kopi menjadi ikon khususnya di dapil Jawa Tengah VI, baik itu Magelang, Wonosobo, Temanggung, dan Purworejo dengan ciri khasnya masing-masing," katanya.

Kabupaten Magelang yang secara geografis masuk di areal lereng gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, dan Telomoyo memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Selain sektor pertanian, salah satu potensi yang sedang berkembang saat ini adalah perkebunan.

"Seperti yang kita ketahui, sebagian besar mata pencaharian masyarakat di lereng-lereng  gunung, selain pertanian hortikultura adalah tanaman perkebunan. Hal ini menandakan bahwa wilayah Kabupaten Magelang sangat berpotensi untuk mengembangkan sektor perkebunan khususnya kopi arabika," jelasnya.

Kopi sebagai salah satu produk agro industri pangan yang digemari oleh masyarakat. Keberadaan kopi sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sekedar diminum, kopi sudah menjadi budaya bagi sebagian besar masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan kopi yang semakin hari makin meningkat menjadi peluang besar khususnya masyarakat di Kabupaten Magelang untuk mengembangkan kopi hasil dari perkebunannya sendiri.

Seperti diketahui saat ini perkebunan kopi khususnya di Magelang memiliki daya pikat tersendiri bagi pemerintah. 

"Selama 2 tahun ini melalui aspirasi saya di Komisi IV, bibit kopi Arabika yang dibagikan ke kelompok tani sejumlah 180ribu bibit atau setara dengan 180 Ha yang nominalnya mencapai Rp1,8 miliar," urainya.

Ia berharap, dengan bantuan ini akan mampu meningkatkan kemandirian petani dan pastinya secara ekonomi mampu meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.

Sementara itu, sebanyak 16 kelompok tani di Kabupaten Magelang menerima  bibit kopi tahun 2021 dan 20 kelompok tahun 2020. Mereka berasal dari Kecamatan Ngablak, Windusari, Pakis, Dukun, Grabag, Dukun, Kaliangkrik, Kajoran dan Sawangan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar