Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Terapkan Kurikulum Merdeka

Dilihat 463 kali
Talk show LPPL Radio Gemilang 96,8 FM bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin M.Pd melalui program Jamus Gemilang dengan tema Kurikulum Merdeka yang dipandu oleh Pungky.

BERITAMAGELANG.ID -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, terus mensosialisasikan terhadap penerapan Kurikulum Merdeka, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tujuannya, untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan mengembalikan nilai karakter siswa, akibat dampak pandemi covid 19.

"Kurikulum Merdeka ini, untuk mengembalikan semangat siswa/siswi untuk giat belajar,  sekaligus membangun nilai-nilai karakter ideologi Pancasila agar bisa meningkat kembali,"  kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin M.Pd pada talk show bersama LPPL Radio Gemilang FM, di ruang kerjanya, Kamis (18/8-2022).

Talk show LPPL Radio Gemilang 96,8 FM melalui program Jamus Gemilang dengan tema Kurikulum Merdeka yang dipandu oleh Pungky tersebut, disiarkan langsung termasuk melalui chenel  youtube  GemilangOfficial, atas kerjasama Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Kabupaten Magelang,

Menurut Azis, pelaksanan kurikulum merdeka antara lain dengan peningkatan pembelajaran  intrakulikuler yang beragam, dimana konten akan lebih optimal supaaya peserta didik punya cukup waktu untuk mendalami mmateri kurrikulum tersebut.

"Guru juga memiliki keluasaan untuk memilih perangkat pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar, terutama minat peserta didik," ujarnya.

Dalam kurikulum merdeka ini, juga ada projek untuk menguatkan pengembangan nilai-nilai Pancasila yang berdasarkan tema tertentu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Maka bakat dan minat perserta didik dapat tervokus pada materi pengembangan,  dengan istilah lain kurikulum merdeka ini mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Karena terjadinya covid-19 ini, berdampak pada krisis pembelajaran, termasuk krisis karakter. Untuk itu, selama pandemi covid, pemerintah memberikan kelonggaran kurikulum yang disederhanakan, yakni kompensi dasar yang esensial dan potensial. Dalam perjalanannya, ternyata kurikulum yang disederhanakan itu, mampu mengangkat  krisis belajar siswa dan krisis karakter selama pandemic covid.

Kemudiaan  terlahirlah Permendikbudikti Nomor 56 Tahun 2022, isinya dalam tatanan teknis, diamana sekolah bisa memilih opsi, ada kurikulum mandiri belajar, kurikulum mandiri berubah dan kurikulum mandiri berbagi.

"Ini tidak menjadi pilihan yang salah dan benar, tetapi menjadi pilihan yang disesuaikan dengan kesiapan sdm dan sarana prasarana yang ada dan stekholder terkait," tambahnya.

Lebih lanjut Azis menjelaskan, kerikulum merdeka ini untuk meningkatkan proses belajar mengajar, akibat krisis pandemic covid 19. Juga mengembalikan nilai karakter yang kemarin sempat berhenti dari dampak covid, sehingga ada tawaran penguatan profil  belajar dengaan materi Pancasila.

Sedaangkan disisi lain, para guru juga diberi keluasaan memilih perangkat ajar dan metodologi dan materi lainnya, agar guru lebih flekesibel memilih materi pelajaran yang lebih esensial.  bisa membantu pembelajaran bagi siswa dididik.

"Ini merupakan langkah untuk meningkatkan kegiatan dan mengembalikan semangat siswa/siswi untuk belajar, dan membangun kembali  nilai-nilai karakter untuk bisa meningkat dari pulih semangat belajar," pungkasnya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar