Jalur Pendakian Gunung Sumbing Kembali Dibuka

Dilihat 145 kali
Para pendaki siap-siap menuju puncak gunung Sumbing dari basecamp Butuh Kaliangkrik Kabupaten Magelang, Sabtu (17/8). Mulai Jumat (16/8), semua jalur pendakian sudah dibuka kembali.

BERITAMAGELANG.ID - Setelah ditutup selama lima hari sejak 11 Agustus 2019,  seluruh jalur pendakian ke Gunung Sumbing Magelang kembali dibuka. Pembukaan jalur pendakian ini mulai diberlakukan pada Jumat (16/8).


"Kita buka kembali setelah melakukan koordinasi dan musyawarah dengan LMDH, Perhutani dan polsek semua wilayah," jelas Koordinator Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS), Lilik Setyawan yang dihubungi Sabtu, (17/8).


Menurut Lilik, ada pertimbangan lain sehingga FPGS memutuskan untuk membuka jalur kembali, yakni beberapa titik kebakaran yang ada di semua wilayah Gunung Sumbing sudah padam.


Dengan kondisi gunung yang sudah dirasa aman, maka surat edaran FPGS sebelumnya nomor 06/VIII/FPGS/2019 tentang penutupan jalur pendakian karena ada kebakaran di wilayah Gunung Sumbing, dicabut. 


Meski sudah dibuka kembali, Lilik tetap mengimbau kepada pendaki untuk memastikan faktor keamanan. Seperti puntung rokok harus benar-benar mati dan dibawa turun kembali. 


"Mengingat masih ada titik-titik yang rawan kebakaran," ucapnya.


Kemudian, imbuh pria yang juga menjabat sebagai kepala Dusun Butuh Desa Temanggung Kecamatan Kaliangkrik ini, ada aturan baku yang tidak boleh dilanggar, yakni para pendaki tidak diperbolehkan menyalakan atau membuat api unggun di Gunung Sumbing.


"Ini sudah aturan baku dan tidak boleh dilanggar," tegasnya.


Menurut Lilik, pada malam peringatan HUT Kemerdekaan RI, Jumat (16/8) malam, belum banyak pendaki yang datang. Padahal seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya pada malam peringatan HUT Kemerdekaan, ada sekitar 200-300 pendaki dari berbagai daerah yang naik. Mereka merayakan proklamasi di puncak gunung. 


"Namun, kemarin hanya ada 15 pendaki saja, karena memang belum banyak yang tahu kalau sudah dibuka. Pendaki kemudian banyak yang mengalihkan jalurnya ke gunung lain," katanya.


Namun, pada Sabtu (17/8), ratusan pendaki dari berbagai daerah sudah mulai berdatangan. Itupun baru dari jalur pendakian Butuh, belum lagi dari basecamp Adipuro dan Mangli. Di Magelang sendiri ada 9 basecamp untuk naik ke gunung Sumbing. 


Menurut Lilik, jumlah pendaki yang naik diperkirakan bisa mencapai 1.000 orang, ditambah dari basecamp dari Temanggung dan Wonosobo. Banyak pendaki yang mengetahui jalur sudah dibuka lagi dari sesama pendaki, maupun media sosial.


"Saya juga men-share pengumuman ini ke media sosial," ujar Lilik.


Seperti diketahui, telah terjadi kebakaran hutan di petak 28 dan 29 RPH klasemen BKPH Wonosobo Kedu Utara, yang masuk desa Banyumudal Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. Kebakaran terjadi pada Minggu, 11 Agustus 2019 pada 16.30 WIB. 


Kebakaran terlihat jelas dari wilayah kabupaten Magelang, terutama dari basecamp Butuh Kecamatan Kaliangkrik. Setelah sempat padam selama sehari, kebakaran muncul lagi dan sudah merambah sampai wilayah Kajoran dan Kaliangkrik Kabupaten Magelang.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar