Deswita Karangrejo Masuk 28 Besar Lomba Desa Wisata Nusantara

Dilihat 378 kali
Penerimaan tim Verifikasi Lomba Desa Wisata Nusantara Tingkat Nasional di Desa Karangrejo Borobudur Kabupaten Magelang, Kamis (17/10).

BERITAMAGELANG.ID - Desa Wisata Kebon Buah Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang masuk nominasi 28 besar Lomba Desa Wisata Nusantara Tingkat Nasional. Verifikasi/ klarifikasi lapangan dilakukan Kamis (17/10).


Pemerintah Kabupaten Magelang optimis Desa wisata (Deswita) Kebon Buah Desa Karangrejo masuk dalam tiga besar.


"Harapannya Desa Wisata Karangrejo bisa lolos dan masuk dalam tiga besar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya," kata Bupati Magelang Zaenal Arifin dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dispermades Kabupaten Magelang, Sujadi.


Candi Borobudur, lanjutnya ibarat lampu besar di Kabupaten Magelang. Desa-desa wisata merupakan lampu kecil untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.


Kabupaten Magelang merupakan satu daerah tujuan wisata di Indonesia yang memiliki daya tarik wisata budaya alam serta religi yang sangat indah dan beraneka ragam.


Pemerintah Kabupaten Magelang telah menetapkan Desa Kebonrejo sebagai desa wisata sejak 12 Maret 2018 berbasis agrowisata, wisata budaya, alam, kukliner dan wisata buatan.


"Ini semacam magnet baru bagi di dunia pariwisata diKecamatan Borobudur," lanjutnya.


Tim Verifikasi Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2019 dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia itu diterima oleh jajaran Forkompimda Kabupaten Magelang.


Salah satu kriteria untuk dapat mengikuti lomba Desa Wisata Nusantara yaitu desa yang destinasi wisatanya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).


Dari 158 peserta yang ada, sebanyak 28 desa masuk tahap verifikasi. Desa peserta tersebar di seluruh Indonesia, di 90 kabupaten, 25 provinsi.


"Yang lolos dalam verifikasi ada 28 desa, salah satunya adalah Desa Karangrejo ini," kata Ketua tim verifikasi, Iwan Yuliadi.


Indikator penilaian diantaranya, atraksi, amenitasi branding produk wisata, investasi dan kerjasama profesionalisme pengelolaan desa wisata.


"Kita berharap desa Karangrejo ini menjadi yang terbaik, tentunya dengan memenuhi kriteria yang ditentukan oleh panitia," lanjut Iwan.


Dengan luas 174 hektar, jumlah warga Desa Karangrejo sekitar 3.000 jiwa yang tersebar di enam dusun.


Kades Karangrejo, M Heri Rofikun mengungkapkan inovasi yang dilakukan Deswita Kebon Buah Karangrejo adalah penanaman 3.500 bibit stroberi organik di daerah panas.


"Ke depan, setiap dusun harus ada obyek wisata dari potensi yang ada dengan mempertahankan kearifan lokal," kata Heri.


Selama ini BUMDes Karangrejo juga telah bergerak maju dengan wisata alam yang terkenal yakni Punthuk Setumbu dan Gereja Ayam Bukit Rhema.


"Pariwisata memiliki muktiplayer effect, 10 persen pendapatan dari pariwisata dikelola BUMDes," kata dia.

Editor Fany Rachma

1 Komentar

Suejiyanto 17 Oktober 2019 17:42
Maaf desa kami bukan desa kebun buah. Desa kami Ds Wisata Karangrejo. Acaranya bertempat di taman buah. (Bukan kebun buah). Taman buah adalah salah satu tempat (destinasi) wisata selain Punthuk setumbu, bukit barede, gereja ayam (bukit Rhema) dan balkondes. Yang ada di desa wisata karang Rejo. 🙏🙏🙏✌

Tambahkan Komentar