Desa Wisata Candirejo Siap Sambut New Normal

Dilihat 194 kali
Simulasi new normal pelaku wisata di Desa Candirejo, Borobudur
BERITAMAGELANG.ID - Desa wisata Candirejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, siap menyambut new normal. Salah satu kesiapan ditunjukkan dengan membuat video protokol kesehatan covid-19, saat menyambut dan melayani wisatawan selama di desa yang tepat berada di sebelah timur Candi Borobudur tersebut.

Ketua Koperasi Desa Wisata Candirejo, Tatak Sariawan mengatakan, simulasi new normal dimulai dengan penyambutan tamu dengan mengukur suhu badan. Dilanjut dengan mengisi buku tamu dan menyiapkan beberapa tempat cuci tangan. 

"Untuk tempat cuci tangan ini, kami sediakan tidak hanya di lokasi kedatangan saja, tapi juga di lokasi-lokasi yang dituju. Misalnya di rumah pelaku home industry, tempat gamelan, tempat makan dan minum serta lainnya," katanya.

Di sisi lain, kata Tatak, selama di desanya, wisatawan diwajibkan memakai masker. Tak hanya wisatawan, tapi juga para pelaku wisata seperti, guide, kusir dokar, pemilik home stay dan industry, penabuh gamelan dan penyaji makanan. 

"Saat ini juga kami tekankan, untuk para pelaku wisata di sini (Desa Candirejo), untuk menjaga kebersihan lingkungan, jalan dan destinasi," jelasnya.

Selama di desanya, lanjut Tatak, wisatawan diajak beraktivitas, diantaranya berkeliling menggunakan dokar (andong) atau sepeda dan moda transportasi yang lain. Mereka diajak melihat aktivitas warga terutama pelaku home industry. Diantaranya pembuatan slondok, tempe, karah dan kerajinan pahat batu untuk dibuat menjadi cobek, muntu, batu nisan serta lainnya. 

Wisatawan juga diajak dan dikenalkan dengan dunia pertanian khususnya sistem tumpangsari. Tak hanya itu, mereka juga diajak main gamelan dengan gending-gending dolanan. 

"Yang membuat wisatawan kerasan (betah) dan ingin datang lagi, selama berkeliling di desa kami, mereka akan dimanjakan dengan pemandangan alam perbukitan menoreh yang indah, juga mengunjungi mata air asin yang ada di sekitar pertemuan tiga sungai," pungkasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar