Ini Pesan Ustaz Wijayanto Dalam Pengajian Akbar di Magelang

Dilihat 443 kali
Ustadz Wijayanto dalam Pengajian Akbar di Dusun Piyungan Desa Tirtosari Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (08/10).

BERITAMAGELANG.ID - Pendidikan anak sangat penting dimulai dari tatanan keluarga. Suri tauladan perlu dicontohkan orang tua karena akan menjadi panutan bagi anak dalam menjalankan kehidupan. Hal tersebut disampaikan Ustadz Wijayanto dalam Pengajian Akbar di Dusun Piyungan Desa Tirtosari Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (08/10).

"Dengan memberikan pendidikan agama sejak awal akan memberikan benteng yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman yang tiap hari godaannya makin banyak. Generasi muda saat ini dihadapkan dengan bahaya narkoba, gaya hidup hedonis, dan era digital informasi dengan mudah diakses lewat handphone," papar ustadz yang sering mengisi acara pengajian di televisi nasional ini.

Pendidikan akhlak dan aqidah sangatlah penting untuk membentengi anak dari 'predator' pergaulan seperti tawuran, narkoba, hingga pergaulan bebas dan pengaruh globalisasi yang sangat luat biasa, tidak hanya di perkotaan, juga ke daerah-daerah. 

"Generasi muda hendaknya memiliki kecerdasan dalam berfikir didukung dengan keilmuannya karena hal tersebut adalah wujud pemuda mengendalikan nafsu.  Negeri ini rusak bukan karena orang bodoh, tapi banyak orang pintar yang nafsunya tidak dikendalikan," ungkap ustaz kelahiran Solo ini. 

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Wijayanto juga menghimbau masyarakat terkait tahun politik.

"Jangan sampai kita berbangsa dan bernegara ini putus silaturahmi, merusak persatuan dan kesatuan hanya karena adanya Pilpres. Terlalu murah Pilpres ini yang hanya maksimal untuk dua periode, kita pertaruhkan silaturahmi di antara kita," pesan ustaz yang juga dosen di Universitas Gajah Mada ini.

"Artinya pilih yang terbaik, tetapi hargailah orang yang memiliki pemilihan yang berbeda, sehingga negeri ini menjadi negara aman dan makmur sejahtera. Siapapun yang menang pasti akan menjadi yang terbaik dan akan menjadi pemimpin untuk bangsa ini," tegasnya.

Dalam acara tersebut juga terkumpul dana sebesar 17 juta rupiah yang digalang  melalui infak, hasilnya akan disumbangkan bagi korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. 

Turut hadir dalam acara tersebut Kabag Kesra Kabupaten Magelang Drs. Jawawi mewakili Bupati Magelang.

"Kegiatan pengajian pada siang sini dapat dipandang sebagai bagian dari upaya untuk terus menumbuhkan dan menguatkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat. Mengingat dewasa ini kita dihadapkan pada perkembangan yang kurang mengembirakan terkait banyaknya paham keagamaan dan organisasi masyarakat yang radikal," ujar Kabag Kesra saat membacakan sambutan Bupati Magelang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Magelang mengajak para jamaah mendoakan saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di Sulawesi Tengah.

"Korban jatuh 1.700an lebih dari laporan Basarnas sampai tadi malam, sesuatu yang memilukan dan memprihatinkan bagi kita semua. Melalui pengajian akbar yang Insya Allah penuh barokah ini mari kita berdoa bersama semoga masyarakat Kabupaten Magelang ke depan senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dari segala ancaman bencana," harapnya.

Selain Pengajian Akbar, juga diselenggarakan Donor Darah bersama PMI. Masyarakat juga dihibur dengan Orkes Qosima dari Magelang.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Sawangan Drs. Wisnu Argo Budiono, MM., Forkopimcam Sawangan, tokoh agama,  tokoh masyarakat dan ribuan jamaah pengajian.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar