Dalam Dua Hari, Gunung Merapi Erupsi Empat Kali

Dilihat 538 kali
Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto memantau aktivitas Gunung Merapi.

BERITAMAGELANG.ID - Aktivitas erupsi Gunung Merapi terus meningkat dalam dua hari ini. Letusan keempat terjadi pada Sabtu (28/3/2020) malam mengakibatkan hujan abu vulkanik kembali melanda bagian lereng barat Kabupaten Magelang.


Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanan Geologi (BPPTKG) mencatat selama dua hari yakni Jumat dan Sabtu 27-28 Maret 2020, Gunung api aktif ini sudah meletus sebanyak empat kali.


Erupsi pertama terjadi pada Jumat pagi. Gunung ini erupsi pada pukul 10.56 WIB ditandai dengan tinggi kolom asap dan debu mencapai lima kilometer dari puncaknya. Lalu pada malam harinya, erupsi terjadi lagi pukul 21.46 WIB dengan tinggi kolom asap dan debu mencapai 1.000 meter.


Pada Sabtu pagi pukul 05.21 WIB, Gunung Merapi kembali meletus. Tinggi asap dan debu membumbung mencapai 2.000 meter di atas kawah.


Sesuai data kegempaan yang tercatat di BPPTKG, seismisitas setelah erupsi tanggal 27 Maret 2020 pukul 10.46 WIB didominasi gempa lf yaitu sebanyak 24 kali, hembusan 11 kali, guguran dua kali, dan mp dua kali. Deformasi atau penggembungan badan gunung tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.


Sedangkan letusan keempat yang disertai suara gemuruh terjadi pukul 19.25 WIB, dengan amplitudo 75 milimeter berdurasi 243 detik. Periode ini tinggi kolom asap mencapai 3.000 meter. Saat erupsi ini arah angin cenderung ke sisi barat yang mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang diguyur hujan abu vulkanik tipis.


Peningkatan aktivitas Gunung Merapi ini membuat warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 letusan Gunung Merapi Kecamatan Srumbung meningkatkan kewaspadaan. Mereka melakukan jaga malam di halaman rumah masing-masing untuk memantau setiap perkembangan gunung api ini.


"Keluar rumah hujan abu tipis, jadi pada di luar semua ini," kata Sodikin, salah satu warga Dusun Ngepos Desa Ngablak Kecamatan Srumbung.


Sodikin juga mengaku sempat mendengar suara letusan. Namun ia tidak menduga jika suara gemuruh itu berasal dari Gunung Merapi. 


Hal senada juga diungkapkan warga lain, Masruri yang memilih memantau aktivitas letusan Merapi dari Pos Pemantauan Ngepos.


"Sambil melihat perkembangan. Semoga aman,” harapnya.


Ancaman bahaya letusan berupa awan panas dan lontaran material vulkanik Merapi memiliki jangkauan lontaran material vulkanik kurang dari tiga kilometer. Data itu sesuai volume kubah sebesar 291 ribu meter kubik dari data drone BPPTKG pada 19 Februari 2020.


BPPTKG masih menetapkan status gunung Merapi di level dua Waspada dengan jarak aman tiga kilometer di bawah puncaknya.


Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengimbau seluruh warga Magelang terutama yang tinggal di lereng Gunung Merapi untuk mewaspadai hujan abu vulkanik karena dalam beberapa kali letusan itu arah angin bertiup ke wilayah barat sehingga wilayah Kabupaten Magelang berpotensi diguyur hujan abu.


"Arah angin yang jadi perhatian kami, menuju ke barat. Sehingga mau tidak mau kita harus mengantisipasi gangguan dari debu vulkanik," terang Edy di kantornya.


Sementara itu, dampak letusan Gunung Merapi pada Sabtu malam dilaporkan sebagian wilayah Kecamatan Srumbung, Dukun, Salam, dan Muntilan diguyur hujan abu vulkanik tipis.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar