Cuaca Ekstrem, Waspadai Pohon Besar

Dilihat 315 kali
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto

BERITAMAGELANG.ID - Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto mengingatkan  warga agar selalu waspada di musim penghujan seperti saat ini. Terutama warga yang memiliki pohon besar di dekat rumah. Dikhawatirkan, pohon itu akan tumbang dan berakibat fatal yaitu menimpa rumah.


"Saya minta agar warga selalu waspada di musim hujan ini. Karena saat cuaca yang ekstrem seperti saat ini, dampak yang paling dirasakan adalah pohon tumbang," katanya saat dihubungi, Selasa (2/3/2021).


Karena itu Edy berharap, bila ada pohon yang terlalu rindang, bebannya menjadi sangat berat, dan beresiko tumbang, maka sebaiknya segera dikelola sebaik-baiknya dengan kata lain ditebang. 


"Sebab kalau ada angin dan hujan yang besar, beban air cukup tinggi atau berat, maka menambah kerawanan untuk tumbang. Kalau dekat dengan rumah bisa menimpa rumah dan itu membahayakan terutama bagi penghuni," tegasnya.


Dikatakan pula, selama dua bulan terakhir sejak Januari hingga akhir Februari ini, jumlah bencana akibat hujan deras maupun angin kencang sebanyak lebih dari 200 peristiwa. Baik itu tanah longsor, pohon tumbang dan semacamnya.


"Bahkan jumlah kejadian terus berkembang," ujarnya.


Seperti yang terjadi pada Selasa (2/3/2021) sore, terjadi pohon tumbang maupun  tiang listrik ambruk di beberapa wilayah kecamatan, terutama di lereng Merapi.


Edy menyebutkan, kejadian ada di kecamatan Srumbung, Dukun, Salam, Sawangan dan Muntilan. Satgas BPBD langsung melakukan assesment di beberapa wilayah kejadian, terutama menyingkirkan pohon yang tumbang di tengah jalan.


"Seperti di wilayah Srumbung ada pohon tumbang cukup besar di titik jembatan Jlegong, sehingga menutup jembatan tersebut. Kita segera melakukan assesment agar arus lalu lintas kembali lancar," ujarnya.


Edy juga mengucapkan terimakasih kepada para relawan, yang  selalu tanggap dan trengginas membantu bila ada kejadian bencana.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar