Pelaku Wisata Dapat Bantuan CSR Terdampak Covid-19

Dilihat 296 kali
Penyerahan bantuan sembako kepada perwakilan operator rafting dari Adira Finance Cabang Magelang.
BERITAMAGELANG.ID - Adira Finance Cabang Magelang, memberikan bantuan CSR sembako berupa beras, minyak goreng dan mie instan. 

"Untuk hari ini, sasaran kami adalah para pelaku dan pegiat pariwisata yang ada di sekitar Borobudur, termasuk salah satunya perwakilan operator rafting. Mereka yang kami pilih ini adalah yang benar-benar terdampak secara ekonomi akibat Pandemi Covid-19," kata Pandi Ari Wibowo, Kepala Cabang Adira Magelang, Rabu (22/4/2020).

Bantuan tahap pertama ini, Adira menyalurkan sekitar 200 paket sembako dan 1.200 masker. Selain perwakilan operator rafting, sasaran CSR kali ini adalah pengemudi ojek online, tukang parkir, pedagang asongan di Candi Borobudur, pedagang ojek keliling, sopir angkot, tukang becak dan tukang sapu. 

"Harapan kami, kegiatan bakti sosial ini dapat meringankan beban mereka secara ekonomi. Memang belum merata seluruhnya, namun paling tidak bisa meringankan beban mereka dan pemerintah secara umum," imbuh Darun Naim, selaku Divisi Koleksi Adira Finance Cabang Magelang.

Selain sembako dan masker, kata Naim, pihaknya juga melakukan program relaksasi atau restrukturisasi kredit para nasabah. Salah satu bentuknya, memberikan keringanan atau penundaan pembayaran hingga Juni 2020 mendatang. 

Dari sekitar 8.000 nasabah, ditargetkan ada 4.000 yang mendapat keringanan. Mereka adalah yang benar-benar terdampak secara ekonomi akibat Covid-19. 

"Untuk saat ini, kami baru dapat melayani 574 nasabah. Bukan apa-apa, namun karena keterbatasan SDM. Ini saja, setiap hari kami targetkan melayani 100 nasabah," ujarnya.

Sejak Virus Corona mengamuk dan menjadi Pandemi dunia, tidak hanya menyebakan kematian ribuan warga di seluruh dunia tapi juga merusak sendi-sendi ekonomi masyarakat. Salah satunya jasa pariwisata yakni pengelola rafting di Sungai Elo dan Progo di Kabupaten Magelang. Dimana sekitar 25 operator rafting di wilayah ini, tutup total. Padahal ada ratusan warga yang menggantungkan hidupnya dari sini.

Hadi, salah satu pengelola rating dari Elo Rivers membenarkan, pihaknya terpaksa 'merumahkan' puluhan guide river dan kru angkutan serta jasa katering. Padahal sebelumnya, hampir seminggu dua kali, mereka mendapat 'job' turun ke sungai melayani tamu. Kini mereka pun terpaksa menganggur. 

"Kalau pun ada kerjaan, beberapa ada yang menjadi kuli bangunan, buruh tani dan ada juga yang menjadi buruh serabutan," ungkapnya, saat menerima bantuan dari Adira Finance.

Pihaknya pun berharap, agar Pandemi Covid-19 ini segera berakhir. 

"Kasihan teman-teman. Sudah hampir dua bulan ini mengganggur. Kami berharap agar pandemi ini segera berakhir dan semua segera pulih seperti sebelumnya," harapnya.

Di sepanjang Sungai Elo dan Progo ada sekitar 25 operator yang tergabung dalam Paguyuban Operator Arung Jeram Magelang (POAJM). Dari 25 operator tersebut, rata-rata memiliki sekitar 10 hingga 30 perahu dan guide river. Selain itu, ada juga puluhan kru angkutan dan pengelola katering yang menggantungkan hidupnya dari sini.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar