COVID-19 dan Erupsi Merapi Akibatkan Pasar Agrobisnis Sepi

Dilihat 333 kali
Suasana Pasar Agrobisnis Sewukan di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang terlihat lengang

BERITAMAGELANG.ID - Di tengah ancaman wabah COVID-19 dan erupsi Gunung Merapi, pasar sentra Agrobisnis sayur Sewukan di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang menjadi sepi. Permintaan aneka sayur dari luar daerah yang sangat sedikit.


"Biasanya setiap kulak/beli minimal tiga kuintal, sekarang satu kuintal saja," kata salah satu pedagang sayur, Wati kepada BeritaMagelang.id, Rabu (1/4/2020).


Menurut Wati, kondisi itu terjadi akibat maraknya penularan COVID-19 di berbagai daerah sehingga membuat akses pedagang terbatas.


Ia menceritakan, keberadaan pasar agrobisnis Sewukan ini menjadi penopang sayur untuk wilayah Jawa Tengah dan beberapa kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta hingga Sumatera. 


Namun kini, lanjutnya dalam beberapa pekan terkhir pasar agrobisnis ini semakin sepi dan menjadi lengang, tidak lagi ramai oleh transaksi antar pedagang dan petani.


"Biasanya banyak pedagang, tapi sekarang susah mengirim ke daerah lain. Pedagang akhirnya tidak kulakan (beli) di sini," terang Wati.


Tidak hanya omzet para pedagang saja yang jauh menurun, nasib terpuruk juga dialami para petani yang harus menelan rasa pahit karen harga jual hasil panen anjlog.


Salah satu petani dari wilayah Desa Banyuroto Kecamatan Sawangan, Sutiyah mengeluhkan harga beli tomat dan buncis yang baru dipanen sangat murah.


Harga tomat satu keranjang besar dibeli murah, hanya 30 ribu rupiah saja. Demikian pula dengan buncis, Sutiyah mengaku hanya menerima uang 15 ribu rupiah saja karena harga perkilogram saat ini tak lebih dari 1.000 rupiah.


Padahal saat ini, musim hujan yang stabil membuat hasil panen para petani dari lereng Gunung Merapi, Merbabu dan Andong melimpah dalam kualitas prima.


"Murah banget, padahal baru panen rame, ini karena corona 'kadose' (sepertinya) menjadi murah," keluh Sutiyah.


Sutiyah juga memeperkirakan kondisi saat ini diperburuk dengan terjadinya beberapa kali erupsi Gunung Merapi. Letusan dan hujan abu vulkanik Merapi sempat menerpa sebagian wilayah Kabupaten Magelang dalam pekan ini.


Kondisi itu, diperkirakan menambah rasa khawatir para pedagang dari luar daerah untuk datang ke pasar Sewukan.


"Biasanya pedagang juragan datang membeli besar (banyak). Sekarang tidak ada, takut corona sama Merapi kayaknya," ujarnya.


Seiring erupsi Gunung Merapi yang kembali reda, petani dan pedagang di pasar Sewukan ini pun berharap penyebaran covid-19 segera berhenti sehingga roda ekonomi mereka dapat kembali normal.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar