Candi Borobudur Gelar Simulasi Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Dilihat 176 kali

BERITAMAGELANG.ID - PT Taman Wisata Candi (PT TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) melakukan uji coba pembukaan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, sekaligus penggunaan aplikasi PeduliLindungi, Jumat (17/9/2021).


Bupati Magelang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengatakan, di Kabupaten Magelang operasional Taman Wisata Candi Borobudur telah ditutup selama PPKM level 4,3,2 Covid-19 se-Jawa Bali.


Tentunya hal tersebut sangat berdampak tidak hanya kepada pihak pengelola, namun juga kepada warga masyarakat dan stakeholder terkait lainnya, termasuk para pedagang di kawasan Candi Borobudur sendiri.


"Untuk itu, kami menyambut dengan gembira atas diselenggarakannya acara simulasi aplikasi PeduliLindungi di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur hari ini. Kami melihat acara ini menjadi momentum penting sebagai awal mempersiapkan pelaksanaan kunjungan wisatawan Taman Wisata Candi Borobudur dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan," kata Iwan.


Iwan menyebutkan, Candi Borobudur telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai 10 destinasi super prioritas dunia sebagai program Bali baru yang setiap tahunnya rata-rata dikunjungi sebanyak 4 juta wisatawan mancanegara dan dalam negeri.


"Harapan kami acara simulasi ini akan membuka pintu menuju bangkitnya kembali industri pariwisata di Kabupaten Magelang termasuk di Kawasan Wisata Candi Borobudur ini," ujarnya.


Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen mengatakan, Jawa Tengah khususnya Kabupaten Magelang merupakan daerah yang saat ini sudah baik dalam penanganan Covid-19. 


"Dengan dilakukannya simulasi aplikasi PeduliLindungi menunjukkan bahwa kita belum baik-baik saja, kita masih perlu waspada, protokol kesehatan harus kita taati, tidak semena-mena, tidak nyepelekno (menyepelekan). Sehingga diharapkan dengan simulasi ini kita bisa menumbuhkan roda ekonomi kembali," kata Taj Yasin.


Taj Yasin menyampaikan aplikasi PeduliLindungi ini terjamin dan terverifikasi serta bisa didownload di Playstore artinya aplikasi tersebut sudah diakui. 


"Ini menunjukkan bahwa negara kita benar-benar ingin melindungi data masyarakatnya, dan ini tidak lain untuk kepentingan kita semua," tandasnya.


Direktur Utama PT TWC Edy Setijono mengatakan pengelola destinasi harus mengubah paradigma wisata di masa kenormalan baru ini. Aturan tentang penerapan protokol kesehatan harus dijalankan secara profesional.


"Kita perlu menyamakan persepsi, bahwa yang kita lakukan hari ini adalah uji coba. Dimana tujuan utamanya bukan mendapatkan pengunjung sebanyak-banyaknya, namun memastikan protokol kesehatan ditaati dengan ketegasan dari pengelola. Kami berharap pandangan yang sama untuk menyelesaikan pandemi ini," katanya.


Diketahui, PT TWC juga telah memperoleh sertifikasi CHSE dari Kemenparekraf di 46 poin atraksi dan destinasi di dalam kawasan wisata yang dikelola, vaksinasi seluruh karyawan serta Standard Operational Procedure (SOP) yang diterapkan secara profesional.


Dalam aturan protokol kesehatan yang baru, PT TWC juga menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi wisatawan dan karyawan di TWC Borobudur maupun Prambanan. Sementara bagi wisatawan diberlakukan aturan yaitu telah divaksinasi minimal tahap pertama, suhu tubuh di bawah 37,3 derajat celcius, serta melakukan aktivasi check-in di aplikasi PeduliLindungi. PT TWC juga memberlakukan pembatasan pengunjung di Borobudur maupun Prambanan.


"Untuk Borobudur dan Prambanan kami menetapkan kuota maksimal sejumlah 7.500 orang di dalam kawasan. Angka ini termaksud wisatawan, pegawai, pedagang serta tamu," jelas Edy Setijono.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar