Bupati Magelang Berikan Ceramah Pada Taruna Taruni AKMIL

Dilihat 127 kali

BERITAMAGELANG.ID - Taruna Taruni Akademi Militer (AKMIL) harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Bupati Magelang, Zaenal Arifin saat memberikan ceramah dalam rangka latihan Praja Bakti Taruna AKMIL TK II dan III TP 2020/2021 di Gedung Moch Lily Rochli AKMIL, Sabtu (21/11/2020).


Menurut Zaenal, untuk menjadi pemimpin masa depan, harus mengerti tujuan berbangsa dan bernegara, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.


"Jadi itulah tugas kita yang harus kita laksanakan sebagai bangsa Indonesia," pesan Zaenal di hadapan Taruna Taruni AKMIL.


Ia mengatakan, sekarang ini telah terjadi perubahan yang sangat besar dan cepat. Era digitalisasi membuat semuanya serba cepat, maka perubahan tersebut harus bisa diikuti dan jangan sampai tertinggal.


Pada kesempatan yang sama, Zaenal juga menjelaskan, saat ini wilayah Kabupaten Magelang bahkan sampai di seluruh belahan dunia sedang mengalami Pandemi Covid-19, yang apabila tidak ditangani secara serius dampaknya akan sangat besar.


"Ini ujian yang sedang kita hadapi bersama saat ini. Kalau sampai tidak bisa mengantisipasi situasi Pandemi ini maka akan terjadi krisis kesehatan, kemudian akan muncul krisis ekonomi, kemudian terjadi krisis sosial dan berujung pada krisis kemanan," paparnya.


Untuk menangani permasalahan tersebut, lanjut Zaenal, Pemerintah Daerah mengikuti keputusan Pemerintah Pusat mengambil kebijakan mengatasi Pandemi Covid-19 dengan mengatasi krisis kesehatannya terlebih dahulu.


"Kita siapkan anggaran untuk mengatasi krisis kesehatannya. Kemudian agar tidak terjadi krisis berikutnya, kita siapkan jaring pengaman sosial yang kita berikan bagi masyarakat yang terdampak Covid. Sementara untuk mengatasi masalah ekonomi maka kita juga siapkan yang namanya stimulus ekonomi," jelasnya.


Zaenal menambahkan, belum selesai permasalahan terkait penanganan Covid, wilayah Kabupaten Magelang saat ini juga sedang menghadapi ujian lainnya, yaitu ancaman erupsi Merapi yang hingga saat ini mengakibatkan beberapa desa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.


Sampai saat ini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta masih menetapkan Merapi pada status Siaga level III dengan aktivitas Merapi masih relatif tinggi. Dengan kondisi tersebut, BPPTKG merekomendasikan agar jarak 5 km dari puncak Merapi harus menghentikan aktivitas.


"Di waktu yang bersamaan, selain harus menangani Covid-19 kita juga harus menangani para pengungsi Merapi. Ini tidak mudah karena harus memenuhi protokol kesehatan. Tetapi dengan semangat dan niat melindungi segenap bangsa Indonesia ini maka kita harus tetap melakukan yang terbaik," ujarnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar