Budidaya Lebah Klanceng Mulai Populer

Dilihat 14482 kali
Asik membuka sarang lebah Klanceng untuk mengecek koloni tawon yang sedang memproduksi madu.

BERITAMAGELANG.ID - Lebah atau Tawon Klanceng, yang dulu dianggap sebagai hama, kini mulai populer dibudayakan. Tawon Klanceng yang mempunyai beberapa sebutan lain yaitu Lebah Trigona atau Kelulut, tergolong tidak mempunyai sengat.


Setelah melihat khasiat madu lebah Klanceng di internet, membuat warga Dusun Brojonalan Desa Wanurejo, Borobudur, Asik Prayogi, membudidayakan jenis hewan tersebut.


"Kebetulan dekat rumah saya ada Candi Pawon, dan banyak wisatawan sehingga saya budidaya lebah Trigona, selain untuk dikosumsi juga bisa untuk edukasi wisatawan ke depannya," ungkap Asik, yang juga mengajak tetangga untuk budidaya lebah Klanceng.


Menurut Asik, budidaya lebah Klanceng atau Trigona, cenderung sederhana, dengan persyaratan utama vegetasi atau keberadaan tanaman yang cukup untuk mendukung produksi madu.


"Tidak harus tanaman bunga, tapi jika ada tanaman bunga lebih baik. Tawon Klanceng bisa mencari madu disela-sela ranting atau cabang tanaman, tidak hanya mengandalkan bunga. Jika vegetasi tanaman kuantitasnya terpenuhi maka dapat mendukung harapan produksi madu yang banyak," papar Asik.


Madu lebah Trigona sangat berbeda dengan yang beredar di pasaran sebab memiliki rasa dan aroma tersendiri. Madu Trigona mengandung propolis sehingga khasiatnya empat kali lipat dari yang lain. Madu trigona  dikumpulkan oleh lebah dari berbagai nectar multiflora di alam bebas tanpa pemberian pakan tambahan sehingga murni.


Persebaran Trigona di kawasan Indo-Malayan dan Australian sangat banyak spesiesnya, meliputi negara India, Bangladesh, Srilanka,  Myanmar (Burma), Laos, Thailand, Kamboja, Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapore, Brunei, Papua Nugini,  Australia dan Indonesia. 


"Ada 60 lebih spesies lebah Trigona. Kebetulan jenis lebah Klanceng yang saya budidayakan adalah Tetra Gonula dan Laevicep Biroi dan jenis Sundatrigona Moorei masih saya pesan melalui jual beli online," papar Asik.


Untuk pembuatan sarang, Asik menggunakan kotak kayu, potongan bambu dan gerabah. Dimana pada wadah sarang tersebut dibikin celah agar mudah dibuka untuk mempermudah panen madu.


"Yang terpenting tidak panas, wadah untuk tempat sarang. Bisa dari unsur kayu, bambu atau gerabah. Bahkan ada yang tempat sarangnya dari plastik.


Jangan lupa dibuat semacam bagian yang bisa dibuka tutup pada sarang tersebut agar lebih mudah saat panen madu," terang Asik.


Adapun kendala dalam budidaya lebah Trigona adalah predator serta gangguan alam seperti hujan.


"Waspada predator alami seperti Capung, ditambah tawon tersebut akan hanyut dan mati tidak kembali ke sarang bisa kehujanan, karena ukuran tubuhnya yang kecil," pungkas Asik.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar