Budidaya Ikan Lereng Merapi Menjanjikan dan Ramah Lingkungan

Dilihat 172 kali
Perikanan di wilayah Srumbung Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Selain buah salak, komoditas perikanan juga menjadi andalan warga di lereng Gunung Merapi Kabupaten Magelang. Bahkan sejak pandemi Covid-19 hingga kini permintaan benih ikan melonjak drastis.


"Mulai Juni, permintaan benih ikan tinggi untuk usaha alternatif masyarakat," kata salah satu peternak ikan Gunadi Kamis (24/9/2020).


Warga Dusun Pondok Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung ini menceritakan, jika masa pandemi Covid-19 membuat warga mencari alternatif usaha rumahan. Warga kebanyakan membeli ikan jenis nila dan lele.


Dia menambahkan jika pada awal pandemi permintaan benih ikan lele dan nila meningkat hingga 50 persen dibanding hari biasa. Puncaknya terjadi pada di akhir Juli, hingga pihaknya kesulitan mencukupi permintaan.


Untuk harga, Gunardi mengaku menjual benih nila mulai Rp. 28.000 - Rp. 30.000/kg. Sedangkan benih ikan lele maupun yang lain dijual mulai harga Rp 18.000-Rp. 23.000 perkilogramnya.


"Masuk Agustus mulai menurun, karena kolam mulai terisi," ungkapnya.


Selain pandemi Covid 19, faktor air di lereng Gunung Merapi juga masih mencukupi. Bahkan pada musim kemarau seperti saat ini ketersediaan air masih mencukupi. Sejumlah sumber air itu berasal dari sungai-sungai  yang berhulu di Gunung Merapi seperti Kali Putih, Krasak, Kali Bebeng dan sebagainya.


Kondisi itu membuat setiap rumah warga di wilayah Kecamatan Srumbung memiliki kolam ikan. Selain untuk kebutuhan sendiri, keberadaan kolam ikan itu juga menjadi ternak simpanan yang setiap saat dapat dijual. Ketersediaan sumber air yang stabil itu membuat para peternak ikan tradisional di lereng Merapi tidak resah.


"Ikan bisa dimakan untuk lauk. Juga bisa dijual saat butuh dan tidak ribet (mudah mengurusnya)," ujar salah satu warga Srumbung Muis Rohadi.


Rohadi mengungkapkan jika dirinya memiliki tiga kolam, dua permanen dan satu kolam non pemanen (berstruktur tanah). Dari ketiga kolam itu terdapat aneka ikan berbagai ukuran jika dipanen bersama mampu menghasilkan 2 hingga 3 kwintal ikan ukuran komsumsi.


Jika dibeberapa daerah peternak ikan kesulitan memberi pakan karena harga yang terus naik, itu tidak terjadi di lereng Gunung Merapi karena urusan makanan ikan warga sudah terbentuk upaya pakan mandiri dari alam yakni dengan memberi rumput dan beberapa jenis daun tanaman khas yang ada disekitar rumah. Rumput mudah dicari untuk hewan ternak domba maupun sapi sekaligus untuk pakan ikan.


"Kasih makan ya daun rumput, ikan biar sehat," ujar Rohadi seraya memilah rumput untuk pakan ikan dan hewan kambingnya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar