Budi Daya Bunga Telang Tembus Pasar Internasional

Dilihat 1493 kali
Ratmi, warga Kebonrejo Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang memetik bunga Telang di halaman rumahnya

BERITAMAGELANG.ID - Hidup Ratmi (50) warga Desa Kebonrejo Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang, kini lebih berwarna. Seindah warna ungu bunga Telang yang kini dibudidayakan. Guru PAUD di desanya ini sudah beberapa bulan terakhir membudidayakan bunga Telang yang kaya manfaat. Hasil budi dayanya juga cukup fantastis karena ia telah memiliki pasar luar negeri.


“Hidup saya lebih bahagia, karena setiap hari panen bunga Telang yang saya artikan pohon berduit," kata Ratmi sambil tertawa saat ditemui di rumahnya, Kamis (18/2/2021).


Bunga yang memiliki nama latin

Clitoria Ternatea ini, memiliki banyak manfaat. Seperti mampu menjernihkan mata, memperlancar pencernaan dan pengganti insulin bagi penderita diabetes.


Apalagi ada permintaan dari pasar luar negri seperti Jerman. 


“Saya langsung tertarik untuk membudidayakan karena ada permintaan luar negeri. Mungkin ini sudah jalan rezeki saya, bismillah, saya niati untuk membantu suami membiayai anak-anak kuliah," kata ibu tiga orang putra ini.


Ratmi menceritakan, sebelum membudidayakan bunga Telang, ia bersama dengan Kelompok Wanita Tani "Srikandi Tani" memproduksi gula semut. Dalam memproduksi gula semut ini, ia berkolaborasi dengan suaminya yang tergabung dalam kelompok tani 'Ngudi Rejo". Pasaran gula semut ini sudah sampai luar negeri juga.


Menurut Ratmi, awalnya ia hanya menanam beberapa pohon di halaman rumahnya. Pohon ini cenderung mudah tumbuh. Sekitar umur dua bulan sudah berbunga. Bahkan pohon ini berbunga setiap hari.


Ia sendiri sangat menikmati proses dari awal. Dulu hanya berbunga 50 kuntum, kemudian 70 kuntum, selanjutnya bertambah menjadi ratusan dan kini sudah tidak bisa dihitung.


Selain menanam di halaman rumah, ia juga memanfaatkan halaman PAUD tempat ia mengajar. Bersama-sama dengan guru PAUD lainnya, ia setiap hari memanen. Bahkan ladang miliknya dibongkar dan kini dimanfaatkan untuk menanam bunga Telang. 


Oleh Ratmi, bunga Telang kemudian dibikin teh dengan cara dikeringkan lebih dahulu. Seduhan dari teh Bunga Telang ini berwarna biru. Namun akan berubah warna menjadi ungu ketika dicampur dengan perasan jeruk nipis.


“Rasanya segar saja dan enak, tidak 'langu'. Setiap hari saya minum teh Bunga Telang dan kini tidak pernah beli teh," ucapnya.


Selain dibuat teh, bunga Telang juga bisa dijadikan pewarna alami. Dirinya pernah membuat nasi bunga telang. 


“Jadi nasinya berwarna biru," katanya.


Ratmi menyatakan sampai saat ini ia belum bisa memenuhi permintaan pasar luar negeri yang meminta 15 kg tiap bulan. Karena itu ia mengajak warga lainnya untuk ikut menanam bunga Telang karena pasarnya sudah jelas. 


"Untuk per kilogram bunga Telang kering bisa mencapai Rp500 ribu," ungkapnya.


Wanita berjilbab ini juga mengungkapkan, selain bunga yang dimanfaatkan, ternyata daun Telang juga bisa disayur bening. Daunnya mirip katuk dan kelor. Rasanya juga enak apalagi kalau disayur bening atau bobor.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar