Balai Cagar Budaya Pindahkan Batu Yoni Ke Lokasi Lebih Aman

Dilihat 276 kali
Petugas BPCB bersama warga dan aparat gotong royong pindahkan temuan batu Yoni k ke tempat yang lebih aman

BERITAMAGELANG.ID - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah memindahkan Yoni dan artefak yang ada di desa Banyuwangi kecamatan Bandongan kabupaten Magelang, Kamis (23/1). 


Pemindahan itu dilakukan atas permintaan dari aparat desa dan masyarakat setempat, agar peninggalan cagar budaya itu terpeliharan dengan baik. Selain itu, tempat yang selama ini digunakan menyimpan Yoni, akan dibangun jadi gedung olahraga.


Iswantoro, Koordinator juru pelihara Magelang BPCB Jateng yang ditemui di lokasi menjelaskan, pemindahan yoni dan artefak ini merupakan prakarsa dari pemerintah desa dan warga setempat. Pihaknya dari BPCB ikut membantu karena harus ada teknik tersendiri untuk memindahkan batu-batu cagar budaya itu. 


"Jadi kami kirim tim tenaga ahli untuk memindahkan supaya tidak rusak," terangnya.


Menurutnya, ada tujuh yoni yang dipindahkan dan beberapa artefak. Artefak merupakan landasan ada yang berbentuk kotak, ada juga yang bundar.


Untuk perawatan, nantinya akan ditanggung bersama antara pemerintah desa dan kabupaten. Dari pihak BPCB sendiri akan mengusulkan biaya pemeliharaan, karena Yoni dan artefak ini belum terdaftar di BPCB. 


"Pelan-pelan nanti akan kami daftarkan, namun demikian kami tetap bertanggung jawab untuk merawat meski tidak ada perintah dari atasan," ucapnya.


Menurut Iswantoro, Yoni yang ditemukan kemungkinan dulu untuk tapal batas. 


“Antara kerajaan sini dan sana," ucapnya.


Dulu, biasanya untuk menandai batas suatu wilayah ditandai dengan yoni. Jadi ada kemungkinan dulu wilayah di sini ada candi. Apalagi di seputar Bandongan juga ada desa Candi.


"Dugaan kami dulu ada candi di sini, karena ada Yoni dan ada desa namanya candi," ujar Iswantoro.


Ia juga menduga kemungkinan ada lingga, hanya saja masih terpendam. Sedangkan Yoni juga ada yang masih terpendam, dan tidak mungkin diambil karena lokasi curam dan dekat dengan sungai.


Kades Banyuwangi, Asnawi menambahkan, Yoni dan artefak itu sengaja dipindah ke tempat yang lebih layak, agar masyarakat setempat mengetahui sejarah. Dia meyakini, kalau di suatu desa ditemukan benda bersejarah, pasti dulunya merupakan desa yang makmur. 


“Karena ini menjadi tantangan saya ke depan agar masyarakat Banyuwangi jauh lebih makmur dan sejahtera. Sebab banyak ditemukan Yoni khususnya di dusun Sangubanyu," ujarnya.


Menurut Asnawi, Yoni dan artefak ini ditemukan tahun 1985, oleh penduduk setempat. Baru pada 2007, temuan Yoni itu dipindahkan ke balai desa. 


Asnawi menduga masih banyak batu-batu candi, khususnya di sebelah timur dusun Sangubanyu. Karena penemuan juga hanya di satu area.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar