BPBD Kirim Personil, Dua Pendaki Asing Masih di Gunung Merbabu

Dilihat 922 kali
Relawan di lokasi kebakaran Gunung Merbabu Kabupaten Magelang Kamis (12/9).

BERITAMAGELANG.ID - Kebakaran kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merbabu hingga Kamis (12/9) siang belum padam. Ratusan pendaki, diantaranya asal Singapura diperkirakan masih berada di gunung setinggi 3.142 mdpl tersebut.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan upaya pemadaman kebakaran hutan Merbabu dilakukan oleh ratusan personil gabungan.


"Hingga siang kobaran semakin besar mengarah ke utara. Kita waspada masih ada potensi untuk terus semakin berkembang," kata Edy.


Dalam penanganan BPBD Kabupaten Magelang mengirimkan personil untuk berkoordinasi dengan dengan pihak TNG Merbabu.


"Sebenarnya kita terus berkoordinasi dengan TNGM yang sekarang sudah naik bersama relawan, BPBD kurang lebih 50 personil untuk memantau untuk mengambil langkah selanjutnya dalam penanganan kebakaran hutan ini," jelas Edy.


Hutan yang terbakar merupakan sabana dengan vegetasi alang-alang dan tanaman rumput kering. Sementara itu, BPBD Kabupaten Magelang mencatat sekitar 102 pendaki masih berada di Gunung Merbabu.


"Pendaki melalui basecamp Wonolelo Swanting dan Wekas, apa mereka sudah turun apa belum kita masih memantau," terang Edy.


Dari pos pendakian Dusun Swanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan hingga Kamis sore, sejumlah pendaki dan relawan pemadam berangsur turun.


Sebanyak 11 pendaki, tiga diantaranya berhasil turun dengan selamat. Dua pendaki diantaranya merupakan warga negara asing asal Singapura.


"Sejak kemarin ada 11 pendaki naik asal Magetan, Semarang, Bekasi, Singapura dan Yogyakarta. Tiga pendaki sudah turun ke basecamp," jelas pengelola basecamp Dusun Swanting, Ucik.


Dari pantauan di basecamp Swanting, sejumlah titik api masih terlihat dan mendekati sumber air dan jalur pendakian ke arah puncak.


"Kebakaran mendekati sumber air Dampoawang di bawah pos tiga," lanjut Ucik.


Sesuai informasi, TNGM memutuskan untuk menutup semua jalur pendakian hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar