BPBD Kabupaten Magelang Tingkatkan Kesiapsiagaan Antisipasi Letusan Merapi

Dilihat 276 kali
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto.

BERITAMAGELANG.ID - Gunung Merapi mengalami deformasi (perubahan bentuk) menggembung dalam beberapa hari terakhir. Menyingkapi surat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi BPBD Kabupaten Magelang mulai bersiap siaga.


"Datanya BPPTKG Merapi sekarang menunjukan adanya deformasi yang menunjukan ada energi yang harus keluar (erupsi)," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto Kamis (9/7//2020).


Lebih lanjut Edi mengungkapkan dalam fase Merapi kali ini sesuai data BPPTKG terdapat dua aktifitas yang mungkin dapat terjadi yakni kubah lava terbongkar oleh dorongan pergerakan magma atau material hanya tertahan tidak keluar dari dalam tubuh Merapi.Sejak Sabtu 4 Juli 2020, BPPTKG merekam adanya gempa vulkanik dangkal selama dua hari berturut-turut.


Selain itu penggembungan di tubuh Merapi mencapai 0,5 sentimeter per hari sejak 22 Juni 2020 setelah erupsi sampai sekarang. Jika dibandingkan pada erupsi Merapi 2010 penggembungan terjadi 120 sentimeter per bulan dengan rata-rata 3-4 sentimeter per harinya.


"Kita berdoa semoga segera keluar, kubah lava terbongkar dan energi itu lepas. Sehingga aktifitasnya hanya sampai disitu saja," ungkap Edi.


Menyingkapi kondisi itu Pemerintah Kabupaten Magelang memprioritaskan keselamatan warga dan penanganan bencananya.


Menurut Edi, BNPB bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) juga telah melakukan koordinasi dengan Bupati Magelang Zaenal Arifin dalam upaya menyikapi perkembangan Merapi itu.


Setidaknya ada tiga kecamatan yang menjadi prioritas dalam proses evakuasi dan penanganan pengungsi jika Merapi meletus yakni Srumbung, Dukun dan Sawangan.


Kabupaten Magelang saat ini memiliki banyak barak pengungsian yang tersebar di sejumlah tempat. Selain itu dalam BPBD juga memiliki program Sister Village atau desa bersaudara sehingga diharapkan ini bisa memudahkan dalam penanganan pengungsi sesuai protokol kesehatan Covid-19.


Dalam program desa bersaudara pengungsian bencana Merapi tersebut terdapat 19 desa akan dipertemukan dengan 42 desa penampung yang telah dipersiapkan semua kebutuhannya.


"Kita persiapannya manajemen pengungsian desa bersaudara kita akfitkan untuk 19 desa itu kita pertemukan dengan 42 desa penyangganya," jelas Edi.


Edi berpesan agar masyarakat tidak lengah dan selalu mematuhi rekomendasi jarak aman beraktifitas yakni pada radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.erapi.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar