BMKG : Jateng Hadapi Fenomena Kemarau Basah

Dilihat 151 kali
Kepala Stasiun Iklim Kelas I Semarang Tuban Wiyoso

BERITAMAGELANG.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui, Stasiun Meteorologi Semarang, memprediksi wilayah Jawa Tengah tahun ini menghadapi fenomena kemarau basah. Hal  itu berdasarkan analisis hingga pada bulan Juni 2020 dengan beberapa wilayah masih terjadi hujan.


"Tahun lalu kering banget tahun ini kemaraunya normal bahkan lebih basah," kata Kepala Stasiun Iklim Kelas I Semarang Tuban Wiyoso saat dihubugi BeritaMagelang.id Senin (13/07/2020).


Menurutnya pada bulan Juni-Juli 2020 ini, sebanyak 51,2 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau termasuk wilayah  Jawa Tengah.


Pada musim kemarau lalu, Indonesia khususnya Jawa Tengah dilanda musim kemarau panjang dengan suhu panas yang ekstrim dengan panas terik disiang hari dan kelembaban tinggi pada malam hari. Kondisi itu menyebabkan banyak wilayah yang mengalami kekeringan.


Dari beberapa modeling prakiraan saat ini meski terik matahari cukup tinggi, beberapa wilayah di Jawa Tengah tetap mengalami hujan.  Analisis awal musim kemarau sebagian besar terjadi pada Mei 2020.


"Bahkan beberapa wilayah seperti di kawasan Jawa Tengah bagian timur sudah masuk  musim kemarau sejak April 2020," jelas Tuban.


Musim kemarau tahun ini dikatakannya merupakka kemarau basah karena jumlah kumulatif hujan dasarian lebih tinggi dari rata-rata normalnya..


Kemarau basah adalah keadaan pada musim kemarau di mana curah hujan yang terukur melebihi atau di atas rata-rata normalnya. Hujan pada saat-saat musim kemarau seperti sekarang itu biasanya terjadi pada sore dan malam hari. 


Untuk itu masyarakat dihimbau mengantisipasi perubahan cuaca pada malam dan siang hari. Sedangkan bagi para petani diharapkan memperhatikan pola tanaman yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen.


"Jika hujannya cenderung tidak lebat tapi pada siang hari panas terik," pungkasnya..

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar