Dua Gunungan Durian Akan Dikirab Dalam Festival Durian Saren-Purwosari

Dilihat 237 kali
Ketua panitia festival durian Saren - Purwosari Salaman Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Sebanyak 2 gunungan  buah durian, akan dikirab keliling desa dalam festival durian Saren-Purwosari kecamatan Salaman Kabupaten Magelang pada Minggu (19/1) pagi ini. Dua gunungan itu berisi sekitar 200 durian, masing-masing gunungan berisi 100 buah. 


“Durian untuk gunungan berasal dari warga. Mereka sangat antusias dengan kegiatan yang akan dilakukan untuk kedua kali ini," kata ketua panitia, A Rokhim yang dihubungi Sabtu, (18/1).


Rokhim mengatakan, rencananya, kirab akan dihadiri Bupati Magelang Zaenal Arifin. Kehadiran Bupati sangat ditunggu warga, dan menjadi penyemangat.


Sementara itu, rangkaian kegiatan festival durian sudah dimulai sejak Sabtu (18/1) . Agenda kegiatan berupa lomba olahan dengan bahan dasar durian, serta saresehan tentang durian. Saresehan ini diikuti oleh seluruh petani durian di Purwosari. Warga juga mengikuti diskusi dengan stakholder terkait seperti dinas Pertanian.


Rokhim menyatakan, festival durian ini diadakan karena warga Purwosari menyadari adanya potensi buah durian yang wajib dikenalkan kepada semua pecinta durian, baik di Magelang, Yogyakarta dan kota lain di Jawa Tengah. Apabila durian Purwosari ini sudah semakin dikenal, diharapkan pecinta durian akan masuk desa Purwosari dan membeli durian di sini. 


"Banyak warga yang menggelar dagangan durian di rumah-rumah dan pecinta durian bisa langsung membeli pada mereka," kata Rokhim.


Menurut Rokhim, festival durian yang digelar ini merupakan ajang promosi tentang potensi durian. Berbagai jenis dan rasa durian bisa diperoleh di desa ini. Seperti durian Monalisa, Pekok, Deprok, Mentega dan masih banyak jenis lainnya. 


"Semuanya merupakan durian asli Purwosari, tidak ada durian dari luar," terang Rokhim.


Dari semua jenis, durian Pekok yang menjadi unggulan. Dinamakan Pekok, karena bentuk durian ini tidak bisa bulat, namun pasti ada lekukannya. 


"Jadi warga menamakan durian pekok atau atau ada lekukannya," imbuh Rokhim.


Sedangkan jumlah pohon durian di desa ini mencapai ribuan. Setiap tahun ketika musim bagus, maka ribuan pohon ini bisa menghasilkan ratusan ribu buah durian.


Rokhim menambahkan, pihaknya sengaja menggelar festival durian ini di awal panen, dengan harapan, setelah festival, warga yang berkunjung ke desa ini untuk mencari durian, masih akan mudah mendapatkan. Ia bahkan memperkirakan, durian masih akan dipanen hingga lebaran yang akan datang.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar