Benih Semua Prestasi adalah Kemauan, Bukan Harapan atau Impian

Dilihat 1393 kali
Ridho Adi bersama pelatih sekaligus ayahnya.

"Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya", pepatah itu tepat sekali untuk menggambarkan pemuda satu ini. Sifat anak tidak jauh berbeda dengan ayah atau ibunya. Hal yang menurun dari leluhurnya pasti akan ada kemiripannya dengan orang tuanya. Istilah itu melekat betul di pribadi M Ridho, salah satu pemuda berprestasi tingkat nasional dari cabang olah raga beladiri yang sangat ekstrim, yakni Wushu dan Muay Thai. Ayahnya seorang atlet wushu dan juga pernah mengharumkan nama Kabupaten Magelang di kancah nasional. 

Pemuda ada di masa puncak idealisme. Kematangan secara fisik yang belum disertai kesempurnaan kematangan emosional justru membuat para pemuda menjadi sosok pemberani yang memegang teguh prinsip yang diyakininya. Prinsip inilah yang coba ditanamkan oleh sang ayah Arif Harsoyo kepada anaknya, M Ridho Ali Zulkarnaen. 

Orang mungkin belum banyak mengenal sosok pemuda harapan bangsa ini, orangnya kalem, kulit kuning, berbadan tegap, kekar, namun agak pemalu sebenarnya. Tapi  prestasinya tidak bisa dianggap enteng dibanding teman sebayanya, begitulah sosok M Ridho Adi Zulkarnaen. Meski baru menginjak usia belia 16 tahun, dan baru duduk di bangku SMU (Sekolah Menengah Umum), pemuda yang satu ini telah mengharumkan nama Kabupaten Magelang di kancah olahraga keras, yakni Wushu dan Muay Thai. Ridho adalah putra pertama pasangan Arif Harsoyo dan juga Wardan Nurdianti. 

Wushu dan Muay Thai adalah salah satu olahraga tertua di dunia, dan paling digemari oleh Ridho saat ini, bahkan olah raga ini mampu mengangkat namanya di tingkat nasional. Perlu diketahui prestasi yang mampu mengharumkan namanya itu diraih dari perlombaan Wushu untuk nomor Sanda (tarung bebas), Juara II tahun 2016 di Bangka Belitung mewakili Jawa Tengah, Juara I tahun 2016 Piala Rektor UNES Semarang, dan Juara I Tahun 2017 Piala UNES Semarang. Sementara di cabanga olahraga Muay Thai, M Ridho pernah meraih Juara I dalam even yang diselenggarakan di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Sesuatu yang sangat luar biasa, bahkan olahraga ini diakui menjadi salah satu olahraga paling brutal untuk menentukan siapa yang lebih kuat. Muay Thai telah menjadi tontonan yang menarik dari industri olahraga saat ini. 

"Benih semua prestasi adalah kemauan, bukan harapan atau impian. Saya bangga bisa mempersembahkan prestasi ini untuk keluarga, sekolah, dan Kabupaten Magelang, sekaligus warga Jawa Tengah tentunya", demikian dikatakan Ridho. Ia sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa menjadi Juara Nasional.  

Sementara Arif Harsoyo, sang ayah yang juga sekaligus pelatih Wushu dan Muay Thai bagi Ridho mengatakan, olahraga ini cukup berbahaya. 

"Saya sadar apa yang dilakukan oleh anak saya adalah merupakan bentuk hoby olah raga yang sangat ekstrim yang mungkin sulit dilakukan oleh orang lain. Namun saya yakin bahaya olahraga di atas mungkin cukup menggambarkan bahwa segala sesuatu itu harus dilakukan dengan benar, dan harus memiliki pengalaman serta keahlian, apa pun kegiatannya, jika tidak memiliki tentang pengetahuan itu, maka semuanya akan berdampak pada resiko yang sangat berbahaya, tidak hanya cedera, bahkan maut akan menjadi taruhannya", tandasnya. Selamat Sosok Pemuda Berprestasi!! (Wid) 


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar