Bawaslu Deklarasikan Tolak dan Lawan 'Money Politics'

Dilihat 447 kali
Ratusan anggota Panwas dan Bawaslu se-Jawa Tengah deklarasikan "Tolak Money Politics" di Taman Wisata Candi Borobudur, Rabu (14/02)
BERITAMAGELANG.ID - Jelang masa kampanye Pilkada 2018, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah gelar apel siaga di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Rabu (14/02).

Ketua Bawaslu RI, Abhan, mengatakan kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni apel siaga dan mendeklarasikan 'Tolak dan Lawan Money Politics' jelang masa kampanye Pilkada 2018.

"Karena mulai tanggal 15 Februari sudah masuk dalam tahapan kampanye sampai dengan tanggal 23 Juni. Dan harapan kami, kedua pasangan calon ini, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota, di tujuh Kabupaten Kota di Jawa Tengah ini, untuk turut mengkampanyekan Anti Money Politics," tegasnya. 

Terkait rekening khusus dana kampanye, Abhan menjelaskan hari ini (14/02) adalah batas akhir penyampaian awal dana kampanye, sampai pada pukul 18.00 wib.

"Harapan kami pasangan calon taat dan patuh pada waktu yang sudah ditentukan," ujarnya.

Abhan mengatakan, dari 569 pasangan calon yang telah ditetapkan di seluruh Indonesia, terdapat beberapa gugatan yang telah masuk ke pihak Bawaslu.

"Sampai hari ini memang ada yang berpotensi, dari 569 pasangan calon yang telah ditetapkan, terdapat 40 pasangan calon yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dan saya katakan berpotensi untuk sengketa," terangnya.

Abhan menyebutkan, beberapa daerah yang berpotensi mengalami sengketa diantaranya adalah Sumatera Utara, Kapuas, dan Maluku Utara.

Sedangkan deklarasi 'Tolak Money Politics' sendiri diikuti ratusan anggota Panwas dan Bawaslu se-Jawa Tengah. Melengkapi acara, diramaikan pula dengan pentas kesenian dari komunitas Festival Lima Gunung.

Turut hadir dalam acara apel siaga tersebut, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), juga calon Bupati Magelang dan Wakil Bupati Magelang.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar