Bantu Krisis Air, Kementerian ESDM Bangun 9 Sumur Bor di Lereng Merapi

Dilihat 68 kali
Kepala Biro Hukum Kementrian ESDM Hufron SH, M.HUM (kanan) menyerahkan bantuan sumur bor di Desa Krinjing Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Jawa Tengah kepada Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Kabupaten Magelang Ir. Sutarno MM (kiri), Selasa (12/03).

BERITAMAGELANG.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) membangun 9 sumur bor air tanah di sejumlah desa rawan bencana di Kabupaten Magelang. Serah terima sumur bor dilaksanakan Selasa (12/03) di Dusun Gendelan, Desa Krinjing Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Jawa Tengah. 


Dengan bantuan sumur bor tersebut, Pemkab Magelang mengaku sangat terbantu, mengingat masih banyak wilayah di Kabupaten Magelang mengalami krisis air di musim kemarau.


"Kondisi alam Magelang bergunung - gunung, sehingga banyak desa yang masih mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Magelang, Ir. Sutarno, MM.


Program bantuan sumur bor dari Kementerian ESDM juga diterima Kabupaten Magelang pada tahun lalu. 


"Tahun kemarin kita mendapat bantuan 7 titik sumur bor. Kita juga terus membantu masyarakat dengan bantuan air bersih melalui dropping oleh BPBD,” lanjutnya. 


Sutarno mengimbau agar masyarakat menjaga aset air bersih untuk digunakan bersama. Bantuan sumur bor air tanah dari Kementerian ESDM ini bertujuan meningkatkan akses air bersih kepada masyarakat sebagai upaya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan.


"Harapannya masyarakat menjaga sumur bor itu dengan cara menjaga hutan alam agar debit air tetap stabil dan untuk kemakmuran bersama," harap Sutarno.


Kepala Biro Hukum Kementrian ESDM Hufron SH, M.HUM mengatakan, hingga akhir 2018 Badan Geologi Kementerian ESDM telah membangun 2.290 titik sumur bor tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan debit air mencapai 144,4 juta m3/ tahun. Sumur bor tersebut tersebar di 33 Propinsi, 312 kabupaten/kota untuk melayani sekitar 6,6 juta jiwa lebih.


Di Provinsi Jawa Tengah terbangun 367 unit di 31 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Magelang. Kabupaten Magelang  mendapatkan bantuan sumur bor diantaranya di Desa Krinjing Kecamatan Dukun, Desa Rejosari Kecamatan Bandongan, Desa Surodadi Kecamatan Candimulyo. Terdapat 4 desa di Kecamatan Salaman yakni  Kalirejo, Krasak, Menoreh dan Sriwedari. Kemudian Desa Balekerto dan Girirejo Kecamatan Kaliangkrik, serta Desa Banyuurip Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.


Untuk daerah lain, Kementerian ESDM juga membangun 3 titik sumur bor di wilayah Kabupaten Purworejo, 1 titik di wilayah Kabupaten Temanggung.


"Untuk di Kabupaten Magelang hingga akhir 2018 berhasil dibangun 28 unit sumur bor yang tersebar di 25 Desa/Kelurahan di 11 Kecamatan dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 76,2 ribu m3  per tahun untuk memenuhi 49,3 ribu jiwa penduduk," kata Hufron kepada BeritaMagelang.id.


Menurut Hufron, pemerintah akan terus menggalakkan program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah karena cara ini dinilai sangat efektif untuk mengatasi kebutuhan air bersih di sejumlah daerah yang kerap dilanda kesulitan air bersih.


Untuk itu pada tahun anggaran 2018 ini, Kementerian ESDM menganggarkan 550 unit sumur bor di seluruh Indonesia, 43 unit diantaranya berada di Provinsi Jawa Tengah, seperti di Kabupaten Magelang, Banjarnegara, Boyolali, Brebes, Blor, Batang, Pati, Sragen dan lainnya.


Sumur - sumur bor tersebut memiliki kedalaman mulai 125 hingga 126 meter dengan spesifikasi pompa selam 3 PK, genset 12,5 KVA, bak penampungan 500 liter dengan debit air rata - rata 1.50 - 2.30 liter/detik untuk melayani 2.880 jiwa. 


"Air merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi, baik untuk komsumsi maupun kebutuhan lainnya. Namun demikian tidak dapat dipungkiri masih banyak daerah di Indonesia yang masih kekurangan air bersih akibat kondisi alam, maupun karena terbatsnya kemampuan pendanaan masyarakatnya," lanjutnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar