Bagikan Bibit Kopi Arabika Gratis Memutus Tanaman Tembakau

Dilihat 281 kali
BIBIT KOPI – Sebanyak 1.500 Bibit Kopi Arabika dibagikan kepada warga, terutama generasi muda untuk memutus rantai fanatisme tanaman tembakau yang merusak lingkungan. Foto ali subchi

BERITAMAGELANG.ID--Tiga pemuda asal Dusun Gatran, Desa Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, patut mendapatkan apresiasi. Sebab pemuda lulusan SMK tersebut, kini menjadi pioner dalam mengembangkan kopi arabika di desanya, dengan membagikan bibit kopi kepada warga secara gratis. Tujuannya, memutus rantai fanatisme tanaman tembakau yang dinilai merusak lingkungan. "Kami bertiga terus membuat bibit kopi arabika yang dibagikan kepada warga, terutama generasi muda, agar mereka beralih ke tanaman kopi yang mempunyai nilai jual tinggi, dibandingkan harus menanam tembakau," ujar Andra Hasan (20) dan Handoko (22) serta Dani Zaki Fauzan, saat ditemui di rumahnya, Kamis (30/7-2020). Ada 1.500 bibit kopi arabika yang dibagikan kepada warga, terutama generasi muda asal Dusun Gatran, Desa Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Dengan membagikan bibit kopi arabika kepada pemuda, maka secara tidak langsung bisa memutus rantai fanatisme orang tua terhadap tanaman tembakau, diganti dengan tanaman kopi arabika. Desa Gondangsari, merupakan desa yang berada di lereng Gunung Merbabu, dengan udara sangat sejuk dan bagus untuk tanaman kopi yang sekarang ini harganya sangat bagus. "Jika dibandingkan dengan tanaman tembakau, jelas lebih prospektif biji kopi, karena harganya stabil, permintaan terus meningkat," ujarnya. Dibanding dengan tanaman tembakau yang harganya selalu dipermainkan oleh tengkulak, tanaman tembakau juga merusak lingkungan, karena tanah sering erosi. Berbeda dengan tanaman kopi yang mampu menahan erosi tanah serta sumber air. "Tanaman kopi arabika umur tiga tahun sudah berbuah," ujarnya. Dengan tanaman kopi, lanjutnya, mampu meningkatkan pengelolaan sumber air dan jaringan irigasi, serta meningkatkan kualitas pengolahan hasil pertanian, terutama komuditas kopi arabika sebagai hasil pertanian dalam meningkatkan jaringan pasar dan ekonomi warga. Pemenuhan kebutuhan masyarakat dari hasil kopi, bisa memberikan nilai tambah dalam keluarga. Melalui tanaman kopi, tentu mampu meningkatkan kesejahteraan warga, baik dibidang sosial dan keagamaan. Karena dengan melestarikan alam dan potensi kearifan lokalnya, tentu mampu meningkatkan sumber daya yang ada di desa. Dusun Gatran, Desa Gondangsari, merupakan salah satu desa penghasil kopi arabika yang berkualitas baik di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, karena terletak di lereng barat Gunung Merbabu. Potensi terbesar adalah pertanian, baik kopi dan sayur-mayur. Desa Gondangsari mempunyai batas desa, yakni bagian utara berbatasan dengan Desa Tejosari, selatan berbatasan dengan Desa Kaponan, timur berbatasan dengan Desa Kenalan, dan barat berbatasan dengan Desa Muneng Warangan. Desa Gondangsari, memiliki delapan dusun, terdiri dari Dusun Gondangsari, Dusun Sembungan, Dusun Babadan, Dusun Jarakan, Dusun Gedongan, Dusun Gatran, Dusun Cicen dan Dusun Delok.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar