Antisipasi Penularan Covid 19 Ratusan Pedagan Pasar Borobudur Jalani Rapid Test

Dilihat 508 kali
Ratusan pedagang Pasar Borobudur jalani rapid test dari Dinkes Kabupaten Magelang Kamis (9/7/2020)

BERITAMAGELANG.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang melakukan Rapid Tes terhadap ratusan pedagang di Pasar Tradisional Borobudur. Test cepat tersebut dilakukan setelah salah satu pedagang melakukan interaksi langsung dengan warga terkorfirmasi positif Covid 19.


Di Kabupaten Magelang baru kali ini penularan covid di pasar. Kita laksanakan hari ini targetnya mudah mudahan bisa diperiksa semua," kata Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, dr. Oktora Kunto Edy di Pasar Borobudur Kamis (9/7/2020).


Pemeriksaan perlu dilakukan mengingat ada kekhawatiran potensi penularan COVID-19 yang terdeteksi dari interaksi pedagang dengan seorang warga dari luar pasar.


Rapid test ini sebagai bentuk langkah preventif terhadap paparan Covid19 agar pasar Borobudur tidak menjadi episentrum baru penularan Covid 19 di Kabupaten Magelang.


Tracing juga sudah dilakukan oleh petugas terhadap pedagang yang memiliki kontak erat dengan pasien.


"Rapid test ini dilakukan terhadap 150 pedagang dan juga sebagian pengunjung Pasar Kecamatan Borobudur," jelas dr. Kunto.


Sedangkan hasil dari test cepat tersebut, menurut dr Kunto akan disampaikan oleh Dinkes Kabupaten Magelang dalam waktu dekat.


Pasien positif Covid 19 yang baru itu merupakan warga Borobudur yang berprofesi sebagai pedagang dan sempat berbelanja di Borobudur. Pemberitahuan disampaikan ada salah satu pengunjung yang terpapar Corona. "Itu pengunjung warga Sodongan Borobudur," kata Kepala Pasar Borobudur, Agus Salim.


Menurut Agus saat itu dia berbelanja (kulakan) di dua lokasi yakni toko kelontong diluar pasar dan satu pedagang di dalam pasar Borobudur.


Warga tersebut sekarang ini menjalani perawatan di rumah sakit dengan hasil Swab positif Covid 19. Agus juga membenarkan sebanyak 150 pedagang menjalani rapid test. "Mereka merupakan pedagang di sekitar dua lokasi yang didatangi oleh warga terpapar tersebut berinteraksi dengan satu pedagang Borobudur dan pedagang di luar pasar," ujar Agus.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar