Antisipasi Gagal Panen, Dinas Pertanian Buat Aplikasi Pranoto Mongso

Dilihat 641 kali
Sosialisasi aplikasi Pranoto Mongso di Aula Distan Pangan Kabupaten Magelang, Kamis (25/4/2019).

BERITAMAGELANG.ID - Kalender pertanian Jawa Kuno Pranoto Mongso mulai terkikis kemajuan zaman. Banyak petani tak lagi memahaminya.

Kasi Pengembangan SDM Pertanian pada Dinas Pertanian dan Pangan (Distan Pangan) Kabupaten Magelang, Ir Petrus Muhardi mengatakan  pihaknya kembali memperkenalkan Pranoto Mongso kepada para petani dalam bentuk berbeda yakni melalui sebuah aplikasi internet.

"Kita mencoba kembali mempelajarinya dengan diramu yang menarik bisa diaplikasikan oleh para pemangku kepentingan khususnya dalam dunia pertanian," kata Muhardi dalam Sosialisi Aplikasi Pranoto Mongso di Aula Distan Pangan Kabupaten Magelang, Kamis (25/4/2019). 

Aplikasi Pranoto Mongso diciptakan melalui penelitian panjang oleh tim Universitas Kristen Setya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah.

Menurut Muhardi, kondisi alam dan iklim terus berubah, semakin sulit diprediksi, petani juga harus bergerak mengikuti perubahannya dari manual ke digital.  

"Dengan ada pergeseran musim seperti sekarang ini, bagaimana dengan sistem aplikasi ini, bisa tidak, menjawab sistem yang dahulu, valid tidak, ini teman teman UKSW peramunya," ungkapnya.

Peserta sosiialisasi adalah para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perwakilan Bapedda, Dispermades, Diskominfo dan perguruan tinggi.

Aplikasi itu, lanjut Muhardi adalah sistem ramalan atau memprediksi yang akan datang sehingga bisa menekan gagal panen atau puso akibat cuaca serangan hama, maupun kesalahan jenis tanaman.

"Tujuan akhir yakni penyuluh bisa memberikan inisiasi kepada para petani ada sinyal yang harus diantisipasi agar resiko kegagalan panen bisa diantisipasi," tuturnya. 

Sebagai narasumber dari tim UKSW adalah Dr. Ir Bistok Hasiholan Simanjuntak, M.Si dan Dr. Sri Yulianto M.Kom.

Kalender Jawa Pranoto Mongso merupakan karya Pujangga besar era Kasultanan Surakarta ke VII Ronggowarsito. Kalender tanam berdasar kearifan lokal itu berdasar hasil pengamatan terhadap alam, rasi bintang dan hewan. 

Dahulu, Pranoto Mongso menjadi andalan para petani Jawa Tengah wilayah lereng Gunung Merapi, Merbabu dan Lawu. 

"Aplikasi berdasar ini merupakan sistem yang memetakan potensi ekonomi, alam, dan biotik kedalam teknologi informasi untuk menolong para petani," imbuh Yulianto.

Tidak hanya memetakan peralihan cuaca, dalam aplikasi Pranoto Mongso juga tersedia informasi potensi serangan hama hingga antisipasinya.

"Kendala bagi para petani adalah pola tanam dan cuaca. Jika dahulu hewan garengpung (serangga) menjadi pertanda masuknya musim kemarau, Namun sekarang kondisi itu tidak dapat menjadi panutan karena hujan masih turun," terangnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar