Antisipasi Erupsi Merapi, Pemkab Magelang Siapkan Jalur Evakuasi dan Pengungsian

Dilihat 240 kali

BERITAMAGELANG.ID - Gubernur Jawa Tengah bersama Bupati Magelang dan Kepala BPPTKG Yogyakarat melakukan audiensi bersama masyarakat Desa Sumber Dukun Kabupaten Magelang, Rabu (20/11).


Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan, untuk mengantisipasi erupsi Merapi, pihaknya akan terus memperbaiki tempat-tempat pengungsian dan jalur-jalur evakuasi yang mengalami kerusakan.


"Kita tidak hanya mengungsikan manusia saja, tetapi juga hewan ternak. Sudah banyak titik yang kita siapkan, kurang lebih ada 49 desa penyanggah yang juga sudah kita siapkan. Jalur evakuasi terus kita perbaiki dan pantau, karena jalur ini juga digunakan setiap hari oleh warga," kata Zaenal.


Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menilai masyarakat yang tinggal di daerah rawan erupsi Gunung Merapi, lebih tepatnya di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang telah mempersiapkan diri secara baik manakala benar-benar terjadi erupsi.


"Mendengar dari penjelasan tadi, saya rasa masyarakat di Desa Sumber ini sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik dan sangat tangguh terhadap bencana," ujar Ganjar.


Menurutnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) juga telah memberikan data secara terperinci dan lengkap terkait kondisi terkini Gunung Merapi.


"Sekarang relatif aman. Sudah terjadi penurunan, dan masyarakat diminta jangan masuk pada radius 3 km. Maka saya minta, pemerintah, perangkat, relawan untuk bersama-sama menjaga dan mengatur masyarakat," katanya.


Ganjar, juga sangat mengapresiasi adanya sistem "Sister Village" yang selama ini sangat membantu dan memudahkan masyarakat pada saat harus mengungsi bila terjadi erupsi.


Menurutnya, kondisi sosiologis masyarakat di Desa Sumber juga tergolong sangat unik. Bagaimana tidak, mereka sudah terbiasa hidup selama ini di lereng Gunung Merapi yang statusnya sangat aktif.


"Maka saat kita tanya tadi, jawaban mereka 'mboten nopo-nopo kok pak, niki letusane kan ming cilik' (tidak apa-apa kok pak, ini letusannya kan cuma kecil). Inilah kondisi sosiologis yang membikin kita tenang, karena mereka tahu kemana harus menyelamatkan diri seandainya terjadi sesuatu yang lebih besar," jelas Ganjar.


Sementara, Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, mengatakan erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada hari Minggu lalu (17/11/2019) tergolong kecil.


"Erupsi kemarin tergolong kecil. Namun potensinya masih ada," ujar Hanik.


Sementara volume kubah lava, Hanik menyebutkan tidak ada penambahan. Saat ini volume kubah lava masih sekitar 400 ribu meter kubik. Ia juga menghimbau kepada warga untuk beraktivitas pada radius 3 km.


"Belum ada perubahan signifikan, silahkan masyarakat beraktivitas seperti biasa pada radius 3 km dari Gunung Merapi," tuturnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar