Aksi Berbagi Sayuran Gratis UNIMMA Untungkan Petani

Dilihat 115 kali
Aksi berbagi sayuran gratis Universitas Muhammadiyah Magelang.

BERITAMAGELANG.ID -  Muhammadiyah Tobaco Control Center (MTCC) menggelar aksi sosial Jumat Berkah dengan membagikan ratusan paket sayuran gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini digelar di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Jumat (18/9/2020).


Ketua MTCC UNIMMA Retno Rusdjijati mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para petani yang terdampak pandemi covid -19.  Sehingga MTCC merespon dengan membeli sayuran langsung dari petani dari lereng Gunung Merbabu yakni di Kecamatan Sawangan dan membagikannya ke masyarakat.


Sekitar 300 paket sayuran dibagikan dalam aksi ini. "Harga drop, petani menjual juga susah. Ini tidak jual tapi kita bagikan," kata Retno.


Menurutnya, aksi sosial berbagi sayuran ini merupakan langkah awal mengenalkan ke masyarakat luas dalam upaya membantu petani. Nantinya setelah masyarakat mengerti ada ada sayuran segar dari petani di Kampus UNIMMA maka akan dibuka pasar sayur setiap hari Jumat.


Nantinya, di pasar itu masyarakat dapat membeli langsung kepada petani sayuran dengan harga standard. Selain menguntungkan bagi petani, dengan pasar itu juga melindungi masyarakat dengan sayuran segar berkualitas.


Retno mengungkapkan, rencananya kegiatan pasar sayur ini akan digelar setiap bulan. Sebagai tahap awal ini gratis.


"Nanti mungkin kalau sudah kulino atau terbiasa masyarakat sudah tahu baru kita buka pasarnya," ungkapnya.


Petani sayur asal Wonolelo Kecamatan Sawangan, Urono (40) menceritakan jika saat ini harga sayur sangat murah. Ia mencontohkan harga sayuran saat ini seperti tomat Rp. 1000/kg. Jika dibeli tengkulak Rp. 700/kg. Dengan harga tersebut urono mengaku harus menanggung rugi.


"Tomat harga Rp. 3000 baru kembali modal. Sekarang murah," tutur Urono.


Menurut petani asal lereng Gunung Merbabu ini para petani terpuruk sejak awal pandemi yakni sekitar bulan Juni lalu. Ia menjelaskan harga kubis sekarang Rp. 700 dan dibeli tengkulak Rp. 400/kg. Sebenarnya jika rata raya Rp. 3500, atau Rp. 2000 petani mendapat untung dan kembali modal. Sedangkan sawi Rp. 600 biasanya Rp. 3000. Sementara, engan diborong untuk dibagikan ke masyatakat oleh UNIMMA dirasakan Urono sangat membantu,mengingat harga panen sayur saat ini sangat murah.


"Di atas harga tengkulak sangat membantu petani harga jual tinggi disini," tandasnya.


Bagi petani harga yang diberikan oleh UNIMMA lebih tinggi dibanding pengepul atau tengkulak. Bahkan jika program pasar sayur dikampus berjalan Urono dan petani lain sangat senang karena  pendapatan mereka akan meningkat.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar